Bab 3 Al-Quran

TIGA

Al-QURAN

PENDAHULUAN

Quran, kitab suci umat Muslim, dipercaya telah diwahyukan kepada Muhammad oleh malaikat Jibril ‘sedikit demi sedikit’ sesuai kebutuhan sepanjang 23 tahun terakhir kehidupan Muhammad. Muslim memiliki sikap fundamental terhadap firman Allah, dan Quran ditinggikan di tempat yang terhormat di dalam hati mereka. Mereka percaya bahwa Quran adalah firman Allah dalam arti yang paling harafiah, dan karenanya tidak dapat dibandingkan dengan tulisan manusia manapun juga. Mereka mengklaim bahwa Muhammad hanyalah penerima firman dan ia meneruskannya dalam bentuk salinan yang persis sama dengan kitab aslinya di surga. Isi kitab tersebut sama sekali tidak ada sangkut-pautnya dengan karakter nabi itu, dan Muslim menganggapnya sebagai suatu penghujatan bila Quran dikaitkan dengan Muhammad sekalipun secara tidak langsung, sebagaimana tulisan-tulisan di Alkitab yang dikaitkan dengan para penulisnya.

Muslim percaya bahwa Quran secara ajaib diwahyukan untuk membimbing orang percaya di jalan kebenaran dan kitab suci tersebut menggantikan semua kitab suci yang pernah diwahyukan sebelumnya. Mereka juga yakin bahwa kitab tersebut terjaga dengan sempurna selama berabad-abad.  Kebanyakan Muslim saat ini tidak akan percaya bahwa pernah di suatu masa tertentu Quran beredar dengan beragam versi. Dalam teologi Muslim, Quran memiliki tempat seperti Kristus dalam Kekristenan, sebagai firman Allah yang kekal.

Quran memainkan peranan khusus dalam kehidupan sebagian besar umat Muslim, yang harus membaca sebagian atau ayat-ayat dari Quran lima kali sehari dalam sholat mereka, dan berusaha menghafalkan ayat-ayatnya sebanyak mungkin. Seorang Muslim yang saleh tidak akan minum, merokok atau bersuara ketika Quran sedang dibacakan dengan keras. Senandung Quran dalam bahasa Arab memiliki efek  yang menyenangkan bahkan seperti menghipnotis orang yang bisa berbahasa Arab; hal ini tidak bisa dilakukan dalam terjemahan  bahasa apapun.

Meskipun tidak berurusan dengan semua aspek kehidupan yang  diatur Islam, kaum Muslim percaya bahwa jika Quran menyinggung tentang suatu aspek tertentu, maka itu dilakukan dengan  otoritas ilahi yang mutlak, dan Quran merupakan sumber otoritas utama mereka.

ASALUSUL

Muslim percaya Quran ada abadi di surga, dipahat di atas lempengan batu dalam bahasa Arab. Karenanya bahasa Arab dianggap sebagai bahasa yang lebih superior dibanding bahasa lainnya, dan orang yang bisa berbahasa Arab dianggap bergengsi di mata masyarakat Muslim. Bahasa ini dianggap begitu pentingnya sehingga ketika anak-anak Muslim diajari Quran, tujuan utamanya adalah untuk melatih mereka membacanya keras-keras dalam bahasa Arab (atau lebih baik lagi mendeklamasikannya di luar kepala dalam bahasa Arab). Memahami apa maksud kata-kata dari Quran tidaklah sepenting dibandingkan dengan kemampuan melafalkannya (terutama bagi anak perempuan). Sungguh ironis bahwa sebenarnya banyak kata dalam Quran (belum lagi kisah-kisah dan nama-nama di dalamnya) sebenarnya berasal dari bahasa Aram, bahasa Yesus, yang merupakan bahasa utama di daerah itu sampai munculnya Islam.

‘Wahyu’ itu diteruskan secara lisan oleh Muhammad kepada pengikut-pengikutnya; beberapa orang menuliskannya, dan yang lain menghafalkannya. Muslim  ortodoks percaya bahwa malaikat Jibril membantu Muhammad menyatukan wahyu tersebut dari waktu ke waktu, sehingga pada saat kematian Muhammad telah terbentuk transkrip yang persis sama dengan apa yang tertulis di lempengan batu surgawi di sisi Allah.

Namun ilmu pengetahuan modern menunjukkan bahwa pada saat kematian Muhammmad, tidak didapati kumpulan wahyu yang telah disatukan maupun tersusun rapi, dan tampaknya telah terjadi proses editorial. Beberapa waktu setelah kematian Muhammad, barulah wahyu-wahyu itu dikumpulkan oleh para pemimpin Muslim dari catatan-catatan yang ditulis di atas daun-daun, batu-batu, tulang belikat onta, dan lain sebagainya, serta dari ingatan orang-orang yang telah menyimpannya dalam memori mereka. Hasil dari pengumpulan berbagai koleksi  yang dilakukan di tempat-tempat yang berbeda, agaknya bervariasi satu dengan yang lain. Khalifah Usman memutuskan untuk memperbaiki situasi dan mengumpulkan para ulama untuk menciptakan teks standar resmi, antara tahun 650 dan 656, yang disebarkannya secara luas, dan pada saat yang sama mengeluarkan perintah agar semua versi  lainnya dimusnahkan!

Petikan naskah Quran paling tua yang masih bertahan tertanggal tidak lebih awal dari abad ke dua Hijriyah (kira-kira abad 8 M). Naskah-naskah tersebut ditulis dengan tulisan Kufic yang hanya menggunakan huruf konsonan. Hasilnya adalah interpretasi yang terbuka dan rancu sebagaimana yang terjadi bila semua huruf vokal dan tanda baca dihilangkan dari sebuah teks berbahasa Indonesia. Belakangan hari barulah penempatan huruf vokal dan tanda-tanda penolong lainnya ditambahkan. Berbagai versi yang berbeda-beda terus bermunculan sampai paling tidak abad 10 M, ketika beberapa ulama Islam dipenjara karena menolak untuk meninggalkan versi pilihan mereka. Bahkan hingga pertengahan abad ke-20 masih ada 2 versi yang dipakai, sebuah fakta yang tidak akan dipercaya oleh kebanyakan Muslim. Saat sebagian besar dunia Muslim hanya memiliki satu versi, di Afrika Utara masih dipakai versi alternatif lainnya; meskipun demikian, versi alternatif ini dengan cepat dikalahkan oleh versi utama. Karenanya berdasarkan bukti-bukti tersebut, argumen kaum Muslim yang menyatakan bahwa orang Kristen telah mengubah kitab suci mereka sedangkan kitab suci Islam tidak pernah diutak-atik, merupakan pernyataan yang tidak akurat.

STRUKTUR DAN ISI

Panjang Quran kurang lebih sama dengan Perjanjian Baru, dan terbagi atas 114 surah (pasal). Surah-surah tersebut tidak disusun berdasarkan urutan kronologis tetapi disusun mulai dari surah yang paling panjang hingga yang paling pendek (selain surah 1, yang sangat singkat).

Sangat penting  bagi siapapun yang mencoba memahami  isi Quran untuk tahu tentang urutan penanggalan pasal-pasal dalam Quran. Berhubung ada beberapa ayat yang saling berkontradiksi, sehingga ulama Muslim menetapkan aturan mengenai ayat mana yang harus diikuti bila dijumpai kasus pengajaran yang saling bertentangan. Aturan yang paling banyak digunakan adalah: ayat yang diwahyukan belakangan membatalkan ayat yang terdahulu (konsep nasikh-mansukh). Alasan untuk ini adalah karena ayat-ayat sebelumnya memang sudah sesuai untuk tahap awal misi Muhammmad, tapi belakangan, perubahan kondisi menuntut agar ayat-ayat tersebut dimodifikasi. Mengikuti aturan ini tidak selalu mudah karena para ulama sendiri tidak sepenuhnya sepakat tentang penanggalan ayat-ayat tersebut. Namun, setidaknya perlu untuk mengetahui pasal-pasal  dan ayat-ayat mana yang diwahyukan terdahulu, yakni ketika Muhammad masih tinggal di Mekah; dan mana yang diwahyukan kemudian, setelah ia pindah ke Madinah (Lihat Lampiran 3).

Secara umum, kelima ayat pertama surah 96 dianggap sebagai wahyu yang diturunkan paling pertama. Mereka dimulai dengan kata ‘Bacalah! dengan menyebut nama Tuhanmu dan Penciptamu…’  Dari kata pertama iqra inilah [proklamirkan, bacalah, ucapkan] sebutan ‘Quran’ itu berasal.

Surah 1 dipakai oleh umat Muslim sebagai doa; dan bagi orang Islam, doa ini memiliki tempat yang sama seperti Doa Bapa Kami dalam agama Kristen. Bunyinya sebagai berikut:

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam,

Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang,

Pemilik hari pembalasan.

Hanya kepada Engkaulah kami menyembah

dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.

Tunjukilah kami jalan yang lurus,

(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya;

bukan (jalan) mereka yang dimurkai,

dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

Ayat ini dibacakan berkali-kali dalam sehari oleh seorang Muslim yang taat menjalani doa-doa yang diwajibkan. Beberapa terjemahan Quran bahasa Inggris menambahkan kata penjelasan di dalam tanda kurung bahwa: mereka yang dimurkai Allah adalah orang-orang Yahudi, dan mereka yang sesat adalah orang-orang Kristen. Ini adalah pemahaman tradisional dari ayat itu.

Surah-surah awal memiliki beberapa persamaan dengan Kitab Mazmur dalam hal panjang, pokok bahasan, dan bentuk ritmenya. Namun mereka kurang dalam hal pendekatan, dikarenakan mereka bukan berisi kerinduan hati manusia kepada Allah, melainkan Allah berbicara kepada umat manusia dan menggunakan Muhammad sebagai corongnya.

Quran berisi banyak peringatan tentang kedatangan hari kiamat, dan menggambarkan tentang surga dan neraka. Ia mengkritik orang Yahudi dan Kristen dan menyerang kepercayaan mereka, menekankan kesatuan dan kebesaran Allah, pentingnya seorang Muhammad sebagai utusanNya dan kewajiban kita untuk mematuhinya. Beratus-ratus ayat Quran menetapkan peraturan bagi kehidupan masyarakat Islam – cara beribadah, hukum dan sosial. Berbagai praktek kepercayaan para penyembah berhala juga dimasukkan ke dalam Quran, contohnya penghormatan kepada Kaabah di Mekah. Quran juga memiliki kisah karakter Alkitab, terutama Yusuf dan Yesus juga Musa dan beberapa tokoh lainnya. Kisah-kisah ini berbeda dari versi Alkitab. Hal ini menunjukkan bahwa sumber cerita Quran bukan berasal dari Alkitab namun dari sumber kedua, yakni orang Yahudi atau Kristen (yang mungkin sesat). Quran tidak menceritakan riwayat hidup Muhammad.

TERJEMAHAN

Karena bahasa Arab dari Al-Quran-orisinil (surgawi) begitu dihormati, versi Quran yang diterjemahkan ke dalam bahasa lainnya hanya dipandang sebagai pendekatan dan penafsiran saja. Beberapa diberi judul ‘Makna  Quran yang Agung’ atau ‘Interpretasi Makna Quran yang Agung’ untuk mengisyaratkan bahwa ada sesuatu yang mungkin hilang dalam proses penterjemahan.

Banyak terjemahan diberikan ‘pemlintiran arti’ tertentu oleh penterjemahnya. Karena teks Arab orisinil tidak jelas dan sulit dimengerti, maka dapat dipastikan bahwa apabila makna teks terjemahannya tampak sangat jelas dan dapat dimengerti, maka tentunya teks tersebut telah mengalami proses editorial yang tidak sedikit. Terkadang hal ini terlihat jelas pada: penjelasan editorial yang dicetak di dalam tanda kurung, catatan kaki, lampiran, dll. Beberapa versi tampaknya seperti terjemahan ‘langsung’ tanpa penambahan maupun interpretasi editorial, padahal pada kenyataannya tidak demikian.

Penyimpangan yang terjadi dalam penterjemahan bisa mengarah ke segala arah. Beberapa terjemahan Quran dalam bahasa Inggris modern dirancang secara khusus sehingga menampilkan Islam secara menarik bagi para pembaca Barat. Terjemahan ini melunakkan ayat-ayat yang lebih keras. Contohnya, ‘Ayat Pedang’ (Q 9:5) dalam terjemahan Quran Fazlollah Nikayin, yang diterbitkan pada tahun 2000 adalah:

Dan bila bulan-bulan suci telah berakhir,

Perangilah para penyembah berhala hingga tuntas

 

Bandingkan dengan versi terjemahan yang lebih standar, seperti versi Yusuf Ali:

Apabila telah habis bulan-bulan haram itu,

Perangilah dan bunuhlah orang-orang musyrikin itu

Sebaliknya ada pula terjemahan modern lain yang secara ekstrim berlawanan dengan versi terjemahan di atas, dan digunakan untuk mempromosikan Islam radikal ke seluruh dunia. Pemerintah Saudi mendanai distribusi jutaan salinan Quran terjemahan Muhammmad Taqi-ud-Din Al-Hilali dan Muhammad Muhsin Khan yang menyatakan dengan sangat jelas keyakinan mereka bahwa jihad harus dipahami secara harafiah, yaitu perang fisik.

Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan kuda-kuda yang ditambat untuk berperang  (tank, pesawat, peluru kendali, artileri) yang dengan persiapan itu kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. (Q 8:60)

Di buku ini saya mengutip dari terjemahan Abdullah Yusuf Ali, yang pertama kali muncul pada tahun 1934, sebelum maraknya kecenderungan untuk memaksakan penyimpangan editorial. Terjemahan Yusuf Ali mengambil pemahaman tradisional dan tidak ekstrim, dan digunakan secara luas sampai pemerintah Saudi mulai menyebarkan terjemahan Al-Hilali dan Khan.

KESAKSIAN Al-QURAN

Dapat dilihat dari ayat-ayat berikut, yang mewakili sekian banyak ayat lainnya dalam Quran, bahwa Quran berulang kali menegaskan bahwa ia adalah wahyu langsung dari Allah. Ayat-ayat berikut ini ‘diwahyukan’ kepada Muhammad untuk menjawab tuduhan bahwa sebenarnya wahyu-wahyu yang ada adalah karangan Muhammad semata.

Katakanlah: “Sesungguhnya jika manusia dan jin

berkumpul untuk membuat yang serupa  Al Qur’an ini,

mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia,

sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain.” (Q 17:88)

Tidaklah mungkin Al Qur’an ini dibuat oleh selain Allah;

akan tetapi (Al Qur’an itu) membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya

dan menjelaskan hukum-hukum yang telah ditetapkannya,

tidak ada keraguan di dalamnya, (diturunkan) dari Tuhan semesta alam.

Atau (patutkah) mereka mengatakan: “Muhammad membuat-buatnya.”

Katakanlah: “(Kalau benar yang kamu katakan itu),

maka cobalah datangkan sebuah surat semisalnya dan panggillah siapa-siapa

yang dapat kamu panggil (untuk membuatnya) selain Allah,

jika kamu orang-orang yang benar.” (Q 10:37-38)

Keterangan bahwa Quran menyempurnakankan kitab-kitab yang ada sebelumnya (Q 10:37) juga merupakan klaim yang sering ditegaskan oleh Quran, yaitu bahwa ia meneguhkan dan meneruskan wahyu ‘yang dikirimkan’ sebelumnya dalam Taurat dan Injil. Contoh klaim tersebut dapat dilihat pada ayat berikut:

Dia menurunkan Al-Kitab (Al Qur’an) kepadamu dengan sebenarnya;

membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya

dan menurunkan Taurat dan Injil. (Q 3:3)

Sebagai jawaban atas pernyataan beberapa lawan Muhammad bahwa ada kontradiksi yang jelas di dalam Quran, maka sebuah ayat langsung diwahyukan untuk memadamkan masalah itu:

Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki

dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki),

dan di sisi-Nya-lah

terdapat Umulkitab (Lauhmahfuz). (Q 13:39)

Ini adalah ‘ayat pembatalan’ (nasik-mansukh) yang terkenal itu, dimana Allah membenarkan praktek diri-Nya untuk menganulir (membatalkan) ayat yang diturunkan sebelumnya dengan ayat yang datang belakangan (wahyu membatalkan wahyu). Padahal ‘Ibu segala Kitab’ yaitu sumber wahyu, mengacu kepada setiap wahyu yang asli yang tersimpan secara kekal di surga, tak ada yang teranulir!

Sebuah klaim lebih lanjut dari Quran yang perlu diperhatikan adalah, bahwa  Quran diwahyukan dalam bahasa Arab, bahasa orang-orang kepada siapa Quran diturunkan, bukan dalam bahasa asing, seperti Taurat orang Yahudi dan Injil orang Kristen:

Alif Lam Ra. Ini adalah

ayat-ayat Kitab (Al Qur’an) yang jelas.

Sesungguhnya Kami menurunkanya

berupa Quran berbahasa Arab,

agar kamu mengerti. (Q 12:1,2)

KESAKSIAN QURAN ATAS KITAB-KITAB SUCI SEBELUMNYA

Ada lebih dari 120 referensi dalam Quran mengenai Kitab Suci orang Yahudi dan Kristen, memberikan kesaksian bahwa mereka adalah wahyu-wahyu asli dari Allah. Orang-orang Yahudi dan Kristen secara umum dikenal sebagai ‘ahli Kitab’.

Sangat penting bagi orang Kristen yang berhubungan dengan Muslim untuk mengetahui bahwa Muhammad tidak mengklaim dirinya sebagai pembawa wahyu yang sama sekali baru, atau bahwa ia ingin membentuk sebuah agama baru. Tujuannya hanya ingin membawa umatnya kembali kepada agama asli yang dianut dan diajarkan oleh semua nabi mulai dari nabi Adam dan nabi-nabi sesudahnya. Ayat berikut ini adalah gambaran dari sikap tersebut:

Katakanlah (hai orang-orang Mukmin): “Kami beriman

kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami,

dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim,

Ismail, Ishak, Yakub dan anak cucunya,

dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa

serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya.

Kami tidak membeda-bedakan seorangpun diantara mereka

dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya.” (Q 2:136)

Ayat sejenis yang menunjukkan penerimaan Muhammad terhadap kitab-kitab suci yang ada dapat ditemukan dalam Q 4:163

Sesungguhnya Kami mewahyukan kepadamu (Muhammad)

sebagaimana Kami telah mewahyukan

kepada Nuh dan nabi-nabi setelahnya,

dan Kami telah mewahyukan (pula)

kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub dan anak cucunya;

Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman.

Dan Kami telah memberikan

Kitab Zabur kepada Dawud.

Ketergantungan Muhammad pada kitab-kitab suci bahkan lebih jelas terindikasi dalam Q 10:94, yang menganjurkan agar berkonsultasi dengan orang-orang Yahudi dan Kristen ‘yang telah membaca kitab itu sebelum kamu’:

Maka jika kamu (Muhammad)

berada dalam keragu-raguan

tentang apa yang Kami turunkan kepadamu,

maka tanyakanlah kepada orang

yang membaca kitab sebelummu.

Oleh karena itu, orang Kristen memiliki posisi yang kuat untuk mengundang seorang Muslim membaca Alkitab, karena Quran sendiri secara jelas bersaksi tentang keasliannya (Alkitab), bahkan menyarankan bagi Muslim yang bingung agar berkonsultasi kepada orang-orang Kristen tentang masalah-masalah agama yang dia tidak mengerti. Namun, pada titik ini akan muncul suatu hambatan antara Muslim dan Kristen. Setiap Muslim yang benar-benar berkonsultasi dengan orang Kristen, atau membaca kitab suci Kristen, akan menemukan kontradiksi yang jelas terhadap ajaran Quran.

Ini adalah masalah serius bagi Muslim, karena jika Quran dan kitab-kitab lainnya – Taurat, Zabur dan Injil – semuanya berasal dari Allah, dan jika Quran adalah penegasan dari ajaran kitab-kitab sebelumnya, maka seharusnya ada keselarasan dan kesinambungan antara Quran dan kitab-kitab tersebut, bukannya saling berkontradiksi. Satu-satunya kesimpulan jujur terhadap kontradiksi yang terjadi adalah barangkali Kitab Suci sebelumnya sesungguhnya bukan wahyu dari Allah atau Quran yang sesungguhnya bukan wahyu dari Allah. Tetapi hal itu berlawanan dengan ajaran yang tertulis dengan jelas dalam Quran. Untuk meloloskan diri dari dilema ini, maka Muslim telah mengajukan teori  tentang pemalsuan salinan kitab suci orang Yahudi dan Kristen yang ada. Menurut teori  ini, referensi dalam Quran mengenai Kitab Suci yang sebelumnya hanyalah ditujukan pada kitab-kitab yang orisinil, bukan salinan kitab-kitab  seperti yang ada pada saat ini, yaitu ‘yang telah dipalsukan’. Untuk mendukung teori ini, kadang-kadang ayat Quran berikut akan dikutip:

Dan sungguh,

di antara mereka niscaya ada segolongan

yang memutar-balikkan lidahnya membaca Kitab,

agar kamu menyangka

(yang mereka baca) itu sebagian dari Kitab,

padahal itu bukan dari Kitab

dan mereka berkata, “Itu dari Allah,”

padahal itu bukan dari Allah.

Mereka mengatakan

hal yang dusta terhadap Allah,

padahal mereka mengetahui. (Q 3:78)

Salah satu penjelasan mengenai bagaimana sampai tuduhan pemalsuan ini terjadi adalah karena Muslim menganggap bahwa referensi Alkitab di Yohanes 16:7 (dan beberapa ayat lainnya) tentang kedatangan Roh Kudus sebagai Penasehat sebenarnya adalah nubuat tentang kedatangan Muhammad, yang sebutan lain bagi namanya adalah ‘Ahmad.’ Ayat Quran yang biasanya dijadikan panduan oleh umat Muslim untuk konteks ini, bunyinya:

Dan (ingatlah) ketika Isa putra Maryam berkata,

“Wahai Bani Israil! Sesungguhnya aku utusan Allah kepadamu,

yang membenarkan kitab (yang turun) sebelumku,

yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan seorang rasul

yang akan datang setelahku, yang namanya Ahmad.” (Q 61:6)

Muslim menganggap bahwa kata Paracletos dalam bahasa Yunani (yang diterjemahkan di Injil sebagai ‘Penasehat’, ‘Penghibur’ atau yang serupa dengan itu) adalah pembelokan dari kata aslinya Periclutos, yang dalam bahasa Arab artinya adalah ‘Ahmad.” (Untuk bacaan lebih lanjut, baca Is Muhammad Foretold in the Bible? oleh John Gilchrist)

Hal ini dan semua tuduhan pemalsuan Kitab Suci lainnya, dengan mudah dapat ditunjukkan sebagai  tuduhan yang tak berdasar, dari fakta sederhana bahwa naskah-naskah lengkap Perjanjian Baru berbahasa Yunani, yang tertanggal 2 abad atau lebih sebelum jaman Muhammad, masih ada hingga hari ini.  Naskah-naskah ini  memperkuat  versi teks yang kita pakai saat ini, bukan teks Quran yang berbeda.

PENGAKUAN QURAN TENTANG KRISTUS

Quran memuat sejumlah pernyataan positif tentang Kristus. Di bawah ini adalah beberapa pengakuannya  yang paling penting.

1. Kelahiran dari perawan

Beberapa pasal terpanjang dalam Quran berhubungan dengan Yesus dan Maria dan pemberitaan tentang kelahiran Kristus. Berikut ini adalah contoh beberapa kutipannya:

(Ingatlah), ketika para malaikat berkata,

“Wahai Maryam! Sesungguhnya Allah menyampaikan

kabar gembira kepadamu

tentang sebuah kalimat (firman) dari-Nya

(yaitu seorang putra), namanya Al-Masih Isa putra Maryam,

seorang terkemuka di dunia dan di akhirat,

dan termasuk orang-orang

yang didekatkan (kepada Allah).” (Q 3:45)

 

Dia (Maryam) berkata,

“Ya Tuhanku, bagaimana mungkin

aku akan mempunyai anak,

padahal tidak ada seorang laki-laki pun yang menyentuhku?”

Dia (Allah) berfirman, “Demikianlah Allah menciptakan apa yang Dia kehendaki.

Apabila Dia hendak menetapkan sesuatu,

Dia hanya berkata kepadanya, ‘Jadilah!’

Maka jadilah sesuatu itu.” (Q 3:47)

Beberapa ayat-ayat  kunci tentang Maria bisa ditemukan dalam Q 19:16-17, 19-22 dan Q 66:12.

2. Penegasan bahwa Yesus adalah ciptaan

Sesungguhnya perumpamaan (penciptaan)

Isa bagi Allah, seperti (penciptaan) Adam.

Dia menciptakannya dari tanah,

kemudian Dia berkata kepadanya, “Jadilah!”

Maka jadilah sesuatu itu. (Q 3:59)

Meski tujuan yang jelas dari ayat ini adalah untuk menunjukkan fakta bahwa Yesus hanyalah seorang manusia biasa, namun ada keraguan apakah ungkapan ‘Dia menciptakannya’ merujuk kepada penciptaan Adam atau Yesus. Jika yang dimaksud adalah Adam, sudah pasti, ayat ini tidak bertentangan dengan Alkitab Kristen. Namun umumnya Muslim menganggap bahwa ayat itu merujuk kepada penciptaan Yesus (walau Allah jelas tidak menciptakan Isa dari tanah, melainkan dari Ruh dan Kalimat-Nya). Dalam hal ini, jawaban terbaik dari orang Kristen atas ayat ini adalah dengan menyatakan bahwa Alkitab Kristen juga membandingkan Yesus dengan Adam, bukan karena Dia adalah mahluk ciptaan seperti Adam; tetapi lebih karena seperti Adam, Yesus adalah awal dari sebuah ciptaan baru.

3. Mujizat

Quran (dan tulisan Muslim lainnya) banyak memuat tentang mujizat yang dilakukan Yesus sebagai bukti dari pengutusanNya. Tetapi selalu dinyatakan bahwa mujizat-mujizat itu terjadi ‘dengan ijin Allah’. Tidak terdapat pengakuan mengenai fakta adanya kuasa ilahi yang melekat pada diri Kristus. Ayat berikut adalah contohnya:

Dan ingatlah, ketika Allah berfirman,

“Wahai Isa putra Maryam!

Ingatlah nikmat-Ku kepadamu

dan kepada ibumu sewaktu Aku menguatkanmu

dengan Rohulkudus.

Engkau dapat berbicara dengan manusia

di waktu masih dalam buaian dan setelah dewasa.

Dan ingatlah ketika Aku mengajarkan menulis kepadamu,

(juga) Hikmah, Taurat dan Injil.

Dan ingatlah ketika engkau membentuk dari tanah

berupa burung dengan seizin-Ku,

kemudian engkau meniupnya,

lalu menjadi seekor burung (yang sebenarnya)

dengan seizin-Ku.

Dan ingatlah, ketika engkau menyembuhkan

orang yang buta sejak lahir dan orang yang berpenyakit kusta

dengan seizin-Ku.

Dan ingatlah ketika engkau mengeluarkan orang mati

(dari kubur menjadi hidup) dengan seizin-Ku.” (Q 5:110)

PENYANGKALAN QURAN TENTANG KRISTUS

Penyangkalan Quran berhubungan dengan beberapa doktrin kekristenan yang paling mendasar tentang Kristus. Penyangkalan ini membawa beban berat bagi seorang Muslim, yang percaya bahwa doktrin-doktrin tersebut adalah Firman Allah yang dinyatakan dalam kata-kata Allah sendiri.

1. Penyangkalan Trinitas dan keilahian Kristus

Sungguh, Al-Masih Isa putra Maryam itu,

adalah utusan Allah dan

(yang diciptakan dengan) kalimat-Nya

yang disampaikan-Nya kepada Maryam,

dan (dengan tiupan) roh dari-Nya.

Maka berimanlah kepada Allah

dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan,

“(Tuhan itu) tiga,” berhentilah (dari ucapan itu).

(Itu lebih baik) bagimu.

Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa,

Mahasuci Dia dari (anggapan) mempunyai anak. (Q 4:171)

 

Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman,

“Wahai Isa putra Maryam!

Engkaulah yang mengatakan kepada orang-orang,

jadikanlah aku dan ibuku

sebagai dua tuhan selain Allah?”

(Isa) menjawab, “Mahasuci Engkau,

tidak patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku.” (Q 5:116)

Perlu diperhatikan di sini bahwa ajaran palsu dari beberapa sekte Kristen yang ditolak Muslim, sebenarnya juga ditolak oleh orang Kristen. Karena apa yang ditolak (Allah) dan Muhammad di sini bukanlah ajaran Kristen yang benar, tetapi apa yang dia sangka merupakan ajaran Kristen. Dalam pengertian Muhammad, orang Kristen percaya  bahwa Trinitas terdiri dari Bapa, Ibu (Maria) dan Anak (apakah itu juga pemahaman Allah? pen.). Kemungkinan besar pemahaman tersebut muncul dari pengamatannya terhadap pemujaan yang berlebihan yang dilakukan beberapa orang Kristen terhadap Maria.

2. Penyangkalan Kristus sebagai Anak

Banyak ayat dalam Quran yang menekankan Ke-Esa-an Allah yang absolut, dan secara tersirat menolak Kristus sebagai Anak Allah, dan ada juga yang menolak kemungkinan Allah memiliki Anak, seperti dalam surah 112, yang secara lengkap berbunyi:

Katakanlah, “Dialah Allah,

Yang Maha Esa.

Allah tempat meminta segala sesuatu.

(Allah) tidak beranak

dan tidak pula diperanakkan.

Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.” (Q 112)

Ada pula sejumlah ayat yang secara khusus menyangkal Kristus sebagai Anak Allah, contohnya Q 4:171 yang telah dikutip sebelumnya dalam hubungannya dengan Trinitas, selain itu ada lagi ayat berikut:

Itulah Isa putra Maryam,

(yang mengatakan) perkataan yang benar,

yang mereka ragukan kebenarannya.

Tidak patut bagi Allah mempunyai anak,

Mahasuci Dia. (Q 19:34, 35)

 

Ayat lainnya yang relevan dengan itu adalah Q 6:101-6.

Keseriusan pandangan Muslim tentang doktrin Kristen mengenai Trinitas dan keilahian Kristus dapat dilihat dalam ayat berikut:

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni

(dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik),

dan Dia mengampuni apa (dosa)

yang selain (syirik) itu

bagi siapa yang Dia kehendaki.

Barangsiapa mempersekutukan Allah,

maka sungguh,

dia telah berbuat dosa yang besar. (Q 4:48)

Ini adalah dosa syirik yang tak terampuni. Meskipun syirik – mempersekutukan seseorang dengan Allah sebagai partner ilahi Allah – adalah dosa yang paling mematikan; tetapi di mata seorang Muslim, doktrin Kristen yang menggambarkan Kristus sebagai Anak Allah dianggap sebagai penghinaan yang lebih besar. Hal ini timbul dari fakta bahwa seorang Muslim – atau lebih tepatnya Muhammad – berpikir tentang anak hanya dalam hal hubungan seksual antara ayah dan ibu. Boleh dikatakan, barangkali seorang Muslim akan lebih bisa menerima pengakuan kita terhadap keilahian Kristus dari pada pengakuan kita bahwa Dia adalah Anak Allah.

3. Penyangkalan Penyaliban Kristus

Hal ini barangkali merupakan penyangkalan Muslim tentang Kristus yang paling mendasar dan paling dikenal, tidak dapat ditawar-tawar lagi.

dan (Kami hukum juga)

karena kekafiran mereka (terhadap Isa),

dan tuduhan mereka terhadap Maryam,

dan (Kami hukum juga)

karena ucapan mereka,

“Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih,

Isa putra Maryam, Rasul Allah,”

padahal mereka tidak membunuhnya

dan tidak (pula ) menyalibkannya,

tetapi (yang mereka bunuh adalah)

orang yang diserupakan dengan Isa…

 

Tetapi (yang sebenarnya),

Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya.

Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Q 4:156-158)

Tidak seorang Muslim pun yang boleh menolak penyangkalan mutlak tentang kematian Kristus yang tercantum dalam ayat ini, meskipun pada kenyataannya hal itu sulit diterima oleh Muslim yang bersedia merenungkan ayat tersebut. Jika Kristus tidak mati, jelas sekali kenyataan ini menempatkan dia jauh melebihi nabi-nabi yang lain, seperti Muhammad, yang mati pada akhirnya. Tetapi untuk percaya bahwa ia benar-benar mati, sama saja artinya dengan menyangkali Firman Allah, atau paling tidak harus mengakui bahwa memang telah terjadi kesalahan dalam penterjemahan. Untuk keluar dari dilema ini, tradisi-tradisi Islam menyampaikan tentang kembalinya Kristus ke dunia di masa depan, sebagai pemeluk agama Islam dan lalu kemudian mati. Hal ini didasarkan pada penafsiran ayat-ayat sebagai berikut:

“Dan kesejahteraan

semoga dilimpahkan kepadaku,

pada hari aku dilahirkan,

pada hari aku meninggal

dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali.”

Itulah Isa putra Maryam. (Q 19: 33-4)

Cara yang paling wajar untuk mencocokkan ayat ini dengan teori kematian Isa adalah dengan mengubah urutan kata-katanya, yaitu perkataan ‘pada hari aku meninggal’ seharusnya ditulis setelah perkataan ‘pada hari aku dibangkitkan hidup kembali’. Tetapi melakukan perubahan seperti itu adalah dosa bagi seorang Muslim karena itu artinya mengubah Wahyu Allah. Hal ini, setidak-tidaknya, adalah argumen yang lemah, karena kata-kata yang persis sama digunakan juga dalam ayat 15 pada surah yang sama, sehubungan dengan Yahya anak Zakaria (Yohanes Pembaptis), dan tak seorangpun yang merasa perlu untuk mengubah urutan kata-katanya di sini.

AJARAN Al-QURAN

Berikut ini adalah beberapa hal lain yang disampaikan oleh Quran.

1. Kejatuhan

Dan Kami berfirman, “Wahai Adam!

Tinggallah engkau dan istrimu di dalam surga,

dan makanlah dengan nikmat (berbagai makanan)

yang ada di sana sesukamu.

(Tetapi) janganlah kamu dekati pohon ini,

nanti kamu termasuk orang-orang yang zalim!”

Lalu setan memperdayakan keduanya dari surga

sehingga keduanya dikeluarkan

dari (segala kenikmatan) ketika keduanya di sana (surga).

Dan Kami berfirman, “Turunlah kamu!

Sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain…” (Q 2:35-6)

Lihat juga Q 7:19ff. dan 20:115-123. Dalam hubungan ini patut dicatat bahwa Quran tidak tahu apa-apa tentang firdaus di bumi, yaitu Eden. Firdaus ada di surga, dan secara harafiah Adam dan Hawa jatuh dari  surga ke bumi.

2. Iblis

Asal mula dan pekerjaan Iblis atau Shaytan, si jahat, dijelaskan dalam Q 7:11-18, yang dimulai sebagai berikut:

Dan sungguh, Kami telah menciptakan kamu,

kemudian membentuk (tubuh)mu,

kemudian Kami berfirman kepada para malaikat,

“Bersujudlah kamu kepada Adam,”

maka mereka pun sujud kecuali Iblis.

Ia (iblis) tidak termasuk mereka yang bersujud.

(Allah) berfirman, “Apakah yang menghalangimu

(sehingga) kamu tidak bersujud

(kepada Adam) ketika Aku menyuruhmu?”

(Iblis) menjawab, “Aku lebih baik daripada dia.

Engkau ciptakan aku dari api,

sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah.”

 

(Allah) berfirman, “Maka turunlah kamu darinya (surga),

karena kamu tidak sepatutnya

menyombongkan diri di dalamnya.

Keluarlah! Sesungguhnya kamu

termasuk makhluk yang hina.” (Q 7:11-18)

3. Neraka

Neraka adalah tempat para pendosa disiksa dengan api penyiksaan.

Dan tahukah kamu apakah (neraka) Saqar itu?

Ia (Saqar itu) tidak meninggalkan

dan tidak membiarkan,

yang menghanguskan kulit manusia. (Q 74:27-9)

Ayat-ayat lain yang menjelaskan tentang neraka dan mereka yang akan masuk ke sana adalah Q 50:24-6 dan 78:21-30

4. Surga atau Firdaus

Nama yang paling sering diberikan untuk firdaus, tempat tinggal mereka yang diberkati, adalah janna [taman]. Deskripsi firdaus di dalam Quran menunjukkan bahwa pada dasarnya tempat itu adalah sebuah tempat kenikmatan sensual di mana terdapat wanita-wanita cantik, sofa yang dibungkus dengan kain brokat yang mewah, gelas yang melimpah dengan minuman dan buah-buah yang lezat.

Pada hari itu banyak (pula)

wajah yang berseri-seri,

merasa senang karena usahanya (sendiri),

(mereka) dalam surga yang tinggi,

di sana (kamu) tidak mendengar

perkataan yang tidak berguna.

Di sana ada mata air yang mengalir.

Di sana ada dipan-dipan yang ditinggikan,

dan gelas-gelas yang tersedia (di dekatnya),

dan bantal-bantal sandaran yang tersusun,

dan permadani-permadani yang terhampar. (Q 88:8-16)

 

Q 56:8-38 memberikan lebih banyak detil lagi, berikut ini adalah sebagian dari ayat tersebut:

Mereka dikelilingi oleh

anak-anak muda yang tetap muda,

dengan membawa gelas, cerek dan sloki

(piala) berisi minuman yang diambil

dari air yang mengalir,

mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk,

dan buah-buahan apa pun yang mereka pilih,

dan daging burung apa pun yang mereka inginkan,

dan ada bidadari-bidadari

yang bermata indah,

laksana mutiara yang tersimpan baik.

Sebagai balasan atas apa yang mereka kerjakan…

Kami menciptakan mereka

(bidadari-bidadari itu) secara langsung,

lalu Kami jadikan mereka perawan-perawan,

yang penuh cinta (dan) sebaya umurnya —

5. Kebangkitan dan Penghakiman

Eskatologi (pengetahuan tentang akhirat) membentuk sebagian besar dari ajaran Quran, terutama dalam surah-surah awal yang mencerminkan awal mula pengajaran Muhammad di kota Mekah. Di surah 75; 81:1-19; 82; 83:4-21; dan 84 terdapat penjelasan yang panjang mengenai kebangkitan dan penghakiman.

Dan apabila bintang-bintang berjatuhan,

dan apabila gunung-gunung dihancurkan,

dan apabila unta-unta yang bunting

ditinggalkan (tidak terurus),

dan apabila binatang-binatang liar dikumpulkan,

dan apabila lautan dipanaskan,

dan apabila ruh-ruh

dipertemukan (dengan tubuh),

dan apabila bayi-bayi perempuan

yang dikubur hidup-hidup ditanya,

karena dosa apa dia dibunuh?

Dan apabila lembaran-lembaran

(catatan amal) telah dibuka lebar-lebar,

dan apabila neraka Jahim dinyalakan,

dan apabila surga didekatkan,

setiap jiwa akan mengetahui

apa yang telah dikerjakannya. (Q 81:2-14)

6. Pengampunan

Quran sedikit sekali berbicara tentang pengampunan bila dibandingkan dengan topik lain yang dibahas secara panjang lebar. Dari apa yang disebutkan, jelas bahwa pengampunan dipandang sebagai keputusan sesuai kehendak Allah yang hanya memerlukan sedikit, kalaupun ada, landasan moral, dan hal itu tidak membutuhkan usaha penebusan atau rekonsiliasi. Berikut ini adalah beberapa ayat yang berbicara tentang topik ini:

Orang-orang yang kafir,

mereka akan mendapat azab yang sangat keras.

Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan,

mereka memperoleh ampunan

dan pahala yang besar. (Q 35:7)

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni

(dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik),

dan Dia mengampuni apa (dosa)

yang selain (syirik) itu

bagi siapa yang Dia kehendaki. (Q 4:48)

Terlepas dari dosa syirik yang tidak terampuni, dosa dibagi atas dosa besar dan dosa kecil. Dosa besar [kabira] awalnya mencakup pembunuhan, perzinahan, ketidaktaatan, makan riba, mengabaikan sholat Jumat atau puasa Ramadhan, melupakan Quran setelah membacanya, bersumpah palsu atau bersumpah demi nama lain di luar nama Allah, praktek sihir, perjudian, menari, dan mencukur jenggot.  Beberapa di antaranya kini tidak lagi dianggap sebagai dosa besar. Dosa kecil [saghira] mencakup pelanggaran seperti berdusta, menipu, kemarahan dan hawa nafsu.

7. Predestinasi (takdir)

Kebanyakan tradisi Islam menyatakan bahwa manusia tidak bertanggungjawab atas tindakan mereka. Pengajaran predestinasi sangat erat hubungannya dengan pengajaran pengampunan, tampak  dalam ayat-ayat seperti:

Sesungguhnya Allah menyesatkan

siapa yang Dia kehendaki

dan memberi petunjuk kepada

siapa yang Dia kehendaki.  (Q 35:8)

Hal yang sama dinyatakan juga dalam Q 6:39; 14:4; 74:31.

8. Doa (sholat)

Seorang Muslim melakukan sholat lima kali sehari pada waktu yang ditentukan. Namun tidak ada satu pun ayat dalam Quran yang menyebutkan tentang kelima waktu sholat tersebut secara bersamaan. Doa bagi orang Muslim lebih merupakan latihan agama daripada doa sebagaimana yang dikenal orang Kristen. Doa harus diucapkan dalam bahasa Arab, dan setiap kali menggunakan bentuk dan kata-kata yang sama.  Berikut ini adalah beberapa ayat-ayat Quran yang mengacu pada doa:

Dan laksanakanlah salat

pada kedua ujung siang (pagi dan petang)

dan pada bagian permulaan malam.

Perbuatan-perbuatan baik itu

menghapus kesalahan-kesalahan. (Q 11:114)

Selanjutnya, apabila kamu

telah menyelesaikan salat(mu),

ingatlah Allah ketika kamu berdiri,

pada waktu duduk dan ketika berbaring.

Kemudian, apabila kamu telah merasa aman,

maka laksanakanlah salat itu

(sebagaimana biasa).

Sungguh, salat itu adalah kewajiban

yang ditentukan waktunya

atas orang-orang yang beriman. (Q 4:103)

Wudhu harus dilakukan sebelum sholat.

Wahai orang-orang yang beriman!

Apabila kamu hendak melaksanakan salat,

maka basuhlah wajahmu

dan tanganmu sampai ke siku,

dan sapulah kepalamu dan

(basuh) kedua kakimu

sampai ke kedua mata kaki. (Q 5:6)

9. Kebebasan beragama

Kebebasan beragama adalah topik dimana terdapat pertentangan pengajaran di dalam Quran. Ayat yang sering dikutip yang kelihatannya mendukung kebebasan beragama, bunyinya: ‘Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama’ (Q 2:256). Namun ada berbagai interpretasi mengenai ayat ini  dalam Islam klasik.

Muslim jelas-jelas diharuskan untuk ‘perangilah dan bunuhlah orang-orang kafir di mana saja kamu temui’ (Q 9:5) dan ‘perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari kiamat…dan mereka yang tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang telah diberikan Kitab, hingga mereka membayar jizyah (pajak) dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk’ (Q 9:29).

Karena surah 9 berpenanggalan (diturunkan) sesudah surah 2, maka sesuai dengan hukum pembatalan, surah 9-lah yang harus diikuti (tidak peduli apapun interpretasi yang diberikan oleh Q 2:256). Dapat dipastikan ini tentunya adalah praktek Muslim mula-mula ketika mereka, lewat kekerasan, menyebarkan kepercayaan baru mereka dengan cara jihad. Untungnya sikap ini hanya ditemukan pada sebagian kecil Muslim saat ini. Namun demikian ada contoh-contoh tragis dari pemaksaan untuk masuk Islam dalam skala besar di jaman sekarang. Di awal abad ke-20, sekitar 1,5 juta rakyat Armenia dan umat Kristiani timur lainnya dibantai oleh orang-orang Turki. Pada masa peralihan menuju abad 21, ribuan orang Kristen Indonesia dipaksa masuk Islam oleh ‘pejuang jihad’ dari berbagai kebangsaan; dan yang menolak langsung dibunuh. Sejak invasi Irak pada tahun 2003, militan Islam mulai mengancam orang Kristen Irak dengan 4 macam pilihan: masuk Islam, membayar jizya, meninggalkan negaranya, atau dibunuh. Sikap dan ancaman serupa dilaporkan mulai terjadi pula di Pakistan.

Sehubungan dengan masalah kebebasan beribadah, penting diingat juga hukum syariah bahwa sekalipun minoritas non-Muslim dilindungi (yaitu tidak dibunuh) dan diijinkan beribadah dengan cara mereka sendiri, mereka tetap tidak diberi hak yang sama seperti kaum Muslim. (Lihat dzimmi, hal. 13, 14)

Quran tidak mengajarkan secara jelas bahwa yang murtad dari Islam harus dibunuh. Ada ketidakjelasan di sini, sehingga bisa diartikan juga bahwa mereka akan dijatuhi hukuman di kehidupan mereka yang akan datang, bukan kehidupan di masa kini.

10. Islam adalah satu-satunya agama  yang  diterima Allah

Dan barangsiapa mencari

agama selain Islam,

dia tidak akan diterima,

dan di akhirat

dia termasuk orang yang rugi. (Q 3:85)

This entry was posted in Uncategorized and tagged , , . Bookmark the permalink.

16 Responses to Bab 3 Al-Quran

  1. wanita muslim_says says:

    jika tidak mengerti islam jangan berbicara tentang islam. masih sedikit yang kamu ketahui tentang islam. jangan tunjukkan kebodohanmu di kalangan muslim dengan membuat BLOG bodoh ini. bagiku agamaku dan bagimu agamamu.
    bagaimana dengan INJILmu sendiri? sudah ada berapa versi? apa masih akurat kebenarannya?

  2. Opy c says:

    anda bgitu faseh bgtt ya s0al al-qur’an, hingga begitu tahu hmpir smua ayat2nya.
    ju2r, sya akui klo anda pintr, org islm sja gk bgitu hfal dgn ayat2 alqur’an. tpi knpa ko anda yg nonislam hafal, bhkan lbih faseh dri org Islam?

    namun patut anda ktahui jga, sbnar’y kmi(orgIslam) sdah tahu dri ayt2 alqur’an sndiri, tentang upaya2 org kafir dlm mngkufurkn org muslim. firmanAllah: “Tdk akn prnah Ridho org yahudi&nasrani trhdap Muslim shingga msuk k g0longn’y”. & msih bnyak lgi ayt2 lain’y yg mungqin anda sdah tahu krna tlah mmplajari alqur’an.

    jdi sdah jelas skali anda bgitu benci trhadap islm, shingga brupaya utk mnghancurkn Islam dgn mmbuat artikel2/buku sprti ini, yg mnjelek2an Islam agr dmata smua mnusia trmsuk org islm’y sndiri, bhwa titel islm itu jelek/ajran’y mncerminkn ksestan.
    nmun fakta’y org islm ttap teguh kyaqinn’y & tdk mningglkn ajran2 islm, ttapi slalu mngikuti ajran’y.
    itu knpa? krna sbenar’y AJARAN ISLAM itu MEMANG BENAR.
    klow tdk benar, sudah dri dlu klie org2 muslim mningglkan’y.

    C0NTINUe

  3. opy cc says:

    anda(penulis) blog, jika memang anda sudah mmpelajari al-qur’an, coba skarang anda pelajari kitab umat kristen (injil) yg kini suda mnjadi brmacam2 persi.
    dan yg harus anda fkirkan dgn logika anda, kenapa org muslim begitu diharuskn utk mmpelajari alqur’an, bhkan sudah diajarkan sejak usia dini(anak2) utk mnghafal ayat2nya??

    . jwanbannya adalah: karna agar ayat2 alqur’an & ajaran2 kbenaran alqur’an itu ttap terjaga smpai kapanpun. sehingga tdak berubah dan bila ada org yg mrubahnya, maka akan dbenarkan lagi oleh para muslim yg sudah mnghafal alqur’an.

    berbeda dgn ajaran kristen yg tdk mngharuskan utk mnghafal kitabnya sndiri, bahkan gegedug kristen sendiri yakni misionaris(para pendeta,pastur,uskup) itu melarang keras utk mmpelajari semua ayat2 dlm kitab injil yg banyak versinya itu. tapi yg diharuskan kpd org2 kristen hanyalah utk mndengarkan ayat2 injil ketika dibacakan oleh pndetanya sdang ceramah/dakwah. Kenapa demikian??
    itu sebabnya, karna apabila org2 kristen mmbaca semua ayat2 injil, maka org2 kristen bakal mngetahui isi kebohongan dlm kitab Injil tersebut yg sudah direkayasa/dirubah2 oleh para gegedugnya sndiri. shingga para gegedug kristen melarang keras kpd umat keristen, utk mmpelajari kitabnya sendiri itu.

    Ada banyak ayat2Injil yg isinya kebohongan2,ketidakpastian,keragua2an shingga disembunyikan oelh para misionarisnya.

    INILAH RAHASIA KAUM MISSIONARIS (PARA PENDETA & PASTOR) YANG TAKUT DIKETAHUI OLEH UMATNYA SENDIRI

    BERIKUT INI ADALAH SEBAGIAN INFORMASI YANG SELAMA INI DISEMBUNYIKAN OLEH GEREJA AGAR UMAT KRISTEN / KATHOLIK TIDAK MEMPELAJARI ALKITAB MEREKA SENDIRI SECARA MENDALAM, APALAGI SAMPAI DENGAN MEMBANDINGKAN ANTAR SATU KITAB DENGAN KITAB LAIN, SANGAT DILARANG KERAS.

    ————————————————————————————–

    INDEKS AL-KITAB

    Kitab agama ini adalah milik umat Kristiani, dikenal dengan sebutan Alkitab atau Bibel (Inggris : Bible, Jerman : Bijbel), terdiri dari dua bagian kitab, yaitu Kitab Perjanjian Lama (PL) dan Kitab Perjanjian Baru (PB). Di dalam Perjaniian Lama Tuhan pernah berfirman bahwa orang-oran Israel itu sangat durhaka dan hobi merubah-rubah kitab suci (baca: Kitab Mikha 3:1 – 12 dan Ulangan 31:27). Akibatnya, kitab suci ini menjadi bercampur-baur antara kebenaran ilahi dan kesalahan-kesalahan manusiawi yang ditulis oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

    Maka Alkitab tidak boleh dibaca dengan doktrin yang harus diterima apa adanya bahwa Alkitab itu pasti baik dan benar, karena Tuhan telah mengaruniakan akal budi kepada setiap manusia. Akal budi inilah yang mendatangkan karunia (Amsal 13:15). Tanpa akal budi mengakibatkan kebodohan dan kebinasaan (Amsal 10:21). Gunakanlah akal untuk menguji dan menyaring Alkitab antara ayat-ayat firman Tuhan dan ayat-ayat buatan manusia. Sesuai dengan perintah berikut : “Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik” (I Tesalonika 5: 2 1).

    AYAT-AYAT ILLAHI :

    Tuhan itu Esa (monotheisme), bukan Trinitas
    1. Tauhid Nabi Musa (Ulangan 4:35, Ulangan 6:4, Ulangan 32:39).
    2. Tauhid Nabi Daud (II Samuel 7:22, Mazmur 86:8).
    3. Tauhid Nabi Sulaiman (I Raja-raja 8:23).
    4. Tauhid Nabi Yesaya (Yesaya 43: 10-11, Yesaya 44:6,Yesaya 45:5-6, Yesaya 46:9).
    5. Tauhid Yesus (Markus 12:29, Yohanes 5:30, Yohanes 17:3).

    Yesus bukan Tuhan dan tidak sama dengan Tuhan
    1. Yesus lebih kecil daripada Tuhan (Yohanes 10:29).
    2. Tuhan lebih besar dari pada Yesus (Yohanes 14:28).
    3. Yesus duduk di sebelah kanan Tuhan (Markus 16:19, Roma 8:4).
    4. Yesus berdiri di sebelah kanan Tuhan (Kisah Para Rasul 7:56).
    5. Allah tahu kapan datangnya kiamat, sedang Yesus tidak tahu (Matius 24:36).
    6. Yesus bersyukur kepada Tuhan (Matius ll:25, Lukas 10:21).
    7. Yesus berteriak memanggil Tuhan (Matius 27:46, Markus 15:34).
    8. Yesus menyerahkan nyawanya kepada Tuhan (Lukas 23:44-46, Yohanes 19:30).
    9. Yesus disetir oleh Tuhan (Yohanes 5:30).

    Yesus adalah utusan Tuhan (Rasul Allah)
    Dalil : Markus 9:37, Yohanes 5:24, 30,7:29,33,8:16,18,26,9:4,10:36,II:42,13:20,16:5, 17:3,8,23,25.

    Tidak ada dosa waris dan Penebusan dosa
    Para nabi Allah tidak ada yang mengajarkan Dosa Waris dan Penebusan Dosa. Risalah Allah yang dibawa oleh semua nabi-Nya itu pada hakekatnya sama saja, yaitu Tauhid dan amal shalih. Semua nabi menekankan adanya tanggung jawab individu atas segala perbuatan setiap manusia (Yehezkiel 18:20, Ulangan 24:16, Matius 16:27, Yeremia 31:29-30, II Tawarikh 25:4).

    Nubuat akan datangnya seorang nabi akhir setelah Yesus
    Dalam Alkitab masih dapat ditemukan nubuat-nubuat para nabi yang memberikan sinyalemen akan datangnya seorang nabi terakhir yang menutup keberadaan para nabi sebelumnya. Keberadaan nabi terakhir yang pamungkas ini sangat penting artinya untuk kesempurnaan ajaran Tuhan kepada manusia di muka bumi.

    Namun, nubuat itu disampaikan dalam bentuk sandi-sandi bahasa yang dapat dipahami dengan penafsiran yang membutuhkan pemikiran akal yang tinggi.

    Ayat-ayat yang dimaksud adalah :
    1. Ulangan 18:18-20, tentang nabi diluar bani Israel dengan ciri-ciri: nabi seperti musa, tidak mati terbunuh dan semua perkatannya terjadi.
    2. Habakuk 3:3 jo. Ulangan 33;1-3, tentang nabi yang berhasil menegakkan syariat agama di tanah Arab.
    3. Yesaya 29:12, nabi yang tidak bisa membaca.
    4. Yesaya 41:1-4, nabi yang bisa perang, punya keturunan dan sudah lama ditunggu-tunggu oleh bangsa yang tertindas sebagai pembebas dan penyelamat dari penindasan kaum yang zalim.
    5. Yesaya 42:1-4, nabi yang menegakkan hukum kepada bangsa-bangsa lain dan tidak pernah berteriak dengan suara nyaring.
    6. Yeremia 28:9, tentang nabi yang membawa damai.
    7. Kejadian 49: 1, 10 dan Matius 21: 42-43, nabi tersebut keturunan nabi Ismail.
    8. Yohanes 1: 19-25, datangnya setelah zaman Yahya dan Yesus.
    9. Yohanes 16:7-1 5, nabi yang mendapat julukan “Penolong yang lain” dengan ciri-ciri: manusia biasa, memiliki gelar ‘penghibur’ dan ‘al-amin/orang benar jujur terpercaya’, tidak berkata-kata dari dirinya sendiri dan memuliakan nabi Isa dengan alaihisalam.
    10. Dan lain-lain.

    AYAT-AYAT BUATAN MANUSIA :

    Ayat-ayat Porno (cabul)
    1 Yehezkiel 23: 1-21, ayat-ayat jorok tentang seksual.
    Diceritakan di dalamnya penyimpangan seksual yang sangat berbahaya bagi perkembangan psikologis bila dibaca oleh anak-anak di bawah umur. Ada kalimat-kalimat yang sangat cabul dengan menyebut buah dada, buah zakar, menjamah-jamah, memegang-megang, birahi, dan lainlain.

    2. Yehezkiel 16: 22-38, ayat porno yang bugil-bugil.
    “….Waktu engkau telanjang bugil sambil menendang nendang dengan kakimu …. (ay.22). “…dan menjual kecantikanmu menjadi kekejian dengan meregangkan kedua pahamu bagi setiap orang yang lewat, sehingga persundalanmu bertambah-tambah” (ay.25.”Engkau bersundal dengan orang Mesir, tetanggamu, si aurat besar itu…..”(ay.26). “engkau bersundal juga dengan orang Asyur, oleh karena engkau belum merasa puas ya, engkau bersundal dengan mereka, tetapi masih belum puas” (ay.28). “Betapa besar hawa nafsumu itu, demikianlah firman Tuhan ALLAH” (ay. 30). “….engkau yang memberi hadiah 1 umpan kepada semua yang mecintai engkau sebagai bujukan, supaya mereka dari sekitarmu datang kepadamu untuk bersundal” (ay. 33). Aku akan menyingkap auratmu di hadapan mereka, sehingga mereka melihatseluruh kemaluanmu: (ay.37).

    3. Ulangan 23: 1-2, Tuhan menyebut “Buah Pelir”.

    4. Hosa 3: 1, nabi Hosea disuruh Tuhan untuk mencintai perempuan yang suka bersundal (pelacur) dan berzinah. Jika benar bahwa Tuhan pernah menyuruh nabi-Nya untuk mencintai pelacur, semua laki-laki akan rebutan menjadi nabi. Dan, semua wanita akan rebutan untuk menjadi pelacur, supaya dicintai oleh nabi Allah.

    5. Kidung agung 4:1-7, puisi rayuan yang memuji kecantikan dengan menyebut buah dada dan susu.

    6. Kejadian 38:8-9, kisah asal-usul onani (masturbasi) oleh leluhur Yesus.

    7. Kidung Agung 7:6-13. Puisi Kenikmatan Cinta yang memuji kecantikan dan cinta yang memakai kata-kata seksual, yakni keindahan buah dada dan keinginan untuk memegang-megang buah dada. “Sosok tubuhmu seumpama pohon korma dan buah dada gugusannya. Aku ingin memanjat pohon korma itu dan memegang gugusan gugusannya.Kiranya buah dadamu seperti gugusan anggur.

    Pelecehan Alkitab (Bibel) kepada Tuhan
    1. Tuhan menyesal dan pilu hati? (Kejadian 6:5-6, Keluaran 32:14).
    2. Tuhan mengah-mengah, megap-megap, dan mengerang seperti perempuan yang melahirkan? (Yesaya 42:13).
    3. Roh Tuhan melayang-layang (terapung-apung) di atas permukaan air? (Kejadian 1:1-2).
    4. Tuhan jorok, menyuruh makan tahi? (Yehezkiel 4:12-1 5).
    5. Tuhan kelihatan alas kaki-Nya? (Keluaran 24:10).
    6. Tuhan merasa jenuh/jemu/bosan? (Yeremia 15:6).
    7. Tuhan petak umpet dengan Adam? ( Kejadian 3:8-10).
    8. Tuhan besanan dengan manusia? (Kejadian 6:2).
    9. Tuhan kalah dalam duel melawan Yakub? (Kejadian 32:28).
    10. Tuhan bersiul memanggil manusia? (Zakharia 10: 8).
    11. Tuhan bersuit? (Yesaya 7: 18, Yesaya 5: 26).
    12. Tuhan menengking? (Yeremia 25: 30)
    13. Tuhan lelah kepayahan dan kecapaian? (Keluaran 31: 17).
    14. Tuhan menyuruh mencintai pelacur? (Hosea 3:1).
    15. Tuhan kelihatan punggungnya-Nya? (Keluaran 3 3: 23).

    Pelecahan Alkitab (Bibel) kepada Para Nabi Allah
    1 . Nabi Nuh mabuk-mabukan sampai teler dan telanjang bugil (Kejadian 9: 18-27).

    2. Nabi Luth menghamili kedua putri kandungnya sendiri dalam dua malam secara bergiliran (Kejadian 19:30-38). Heboh … !!! Skandal seks ayah dan anak kandung oleh nabi??

    3. Nabi Daud melakukan skandal seks dengan Batsyeba, istri anak buahnya sendiri. Setelah Batsyeba mengandung suaminya dibunuh oleh Daud, kemudian Batsyeba dinikahi Daud diboyong ke istana (II Samuel l l: 2-27).

    4. Ketika sudah tua, Nabi Daud tidur dengan perawan yang masih muda (I Raja-raja 1: 1-3).

    5. Nabi Yakub bekerja sama dengan ibu kandungnya untuk membohongi dan menipu ayah kandungnya, supaya Israel diberkati (Kejadian 27: 1-46).

    6. Yehuda (putra Nabi Yakub) menghamili menantunya sendiri (Kejadian 38: 13-19). Skandal seksa ayah dan menantu dalam kitab suci!?

    7. Absalom (putra Nabi Daud) memperkosa gundik ayahnya sendiri (11 Samuel 16: 21-23). Perselingkuhan anak dengan ibu (gundik ayah) dalam Kitab Suci?!

    8. Amnon (putra Daud) memperkosa saudara perempuannya (II Samuel 13: 7-14). Incest antara anak nabi dengan saudaranya sendiri ?!?

    9. Ruben (putra tertua Nabi Yakub) melakukan hubungan seks dengan Bilha, gundik ayahnya (Kejadian 35:22). Gundik ayah diperkosa anaknya sendiri ?!?

    10. Nabi Sulaiman (Salomo) tidak taat kepada Tuhan karena lebih mencintai 700 istri dan menyimpan 300 gundik (I Raja-raja 11:3) Mustahil ada nabi yang rakus wanita..

    11. Nabi Harun membuat dan menyembah patung emas (Keluaran 32:2-4).

    12. Nabi Isa (Yesus) orang bodoh, idiot, dan emosional. Pada waktu bukan musim buah ara, Yesus mengutuk pohon ara yang tidak berbuah (Markus ll: 12-14; bandingkan: Yohanes 2:4 dan Yohanes 7:8-10).

    Catatan : Nama-nama pezinah tersebut ada dalam silsilah yesus (Matius 1:1-17 dan Lukas 3:23-38).

    Ayat-ayat yang tidak masuk akal (irasional)
    1. Anak lebih tua 2 tahun daripada ayahnya pada waktu II Tawarikh 21:5,20, Yoram berusia 32 tahun jadi raja dan memerintah Yerusalem selama 8 tahun lalu meninggal (pada usia 40 tahun). II Tawarikh 22: 1-2, Setelah Yoram meninggal, dia digantikan Ahazia, anaknya pada usia 42 tahun. Jadi, Ahazia lebih tua 2 tahun daripada ayahnya.

    2. Usia 11 tahun sudah tidak punya anak
    Ahas berumur 20 tahun ketika naik dan memerintah kerajaan selama 16 tahun (II Raja-raja 16:2). Sepeninggal Ahas, tahta kerajaan diganti oleh Hizkia, anaknya (II Rajaraja 16: 20). Hizkia berusia 25 tahun waktu naik tahta menjadi raja (II Raja-raja 18: 2).
    Jadi, dalam usia 11 tahun Ahaz sudah punya anak ??!!

    3. Tuhan salah hitung
    Kejadian 46: 8-1 5, disebutkan daftar nama-nama bani Israel yang datang ke Mesir berjumlah 34 nama. Padahal pada ayat 1 5 disebutkan “Jadi seluruhnya, laki-laki dan perempuan, berjumlah 33 jiwa”. Pakai Tuhan tidak pandai berhitung ??

    Ayat-ayat yang mustahil dipraktekkan

    1. Hukum Sabat
    Hari Sabat (Sabtu) adalah hari Tuhan yang harus dikuduskan. Pada hari itu setiap orang dilarang bekerja, dilarang memasang api di rumah (lampu, kompor, dan lain-lain) karena Sabat adalah hari perhentian penuh. Orang yang bekerja pada hari Sabtu harus dihukum mati (Keluaran 20:8-11,31:15,35:2-3).
    Ayat ini mustahil dipraktekan di jaman modem. Siapa yang sanggup mengamalkan ? Siapa yang mau dibunuh apabila melanggar hukum Sabat ?

    2. Bunuh orang kafir dan musyrik!! (Ulangan 13: 6-9)
    Ayat ini memeiintahkan kewajiban membunuh orang yang mengajak menyembah tuhan selain Allah. Ayat ini tidak bisa diterapkan. Buktinya umat Yahudi dan Kristen tidak pernah membunuh umat Hindu, Budha, Kong Hu Chu, dan lain-lain.

    3. Dilarang memakai pakaian yang dibuat dari pada dua jenis bahan (Imamat 19: 19).
    Bila ayat ini diamalkan, maka manusia akan kembali kepada jaman primitif, ketinggalan jaman, ketinggalan gaya dan tidak modernis.

    4. Cungkil mata yang menyesatkan orang untuk berbuat dosa (Matius 5:29).
    Secara Letterlijk maupun Figuurlijk, ayat ini mustahil dipakai. Bila diterapkan, maka banyak orang Kristen menjadi buta.

    5. Potong kaki dan tangan orang yang menyesatkan ke arah dosa (Matiusl8:8-9)
    Secara Letterlijk maupun Figuurlijk, ayat ini mustahi dipakai. Bila diterapkan, maka banyak orang kristen menjadi pincang dan buntung.

    6. Dilarang melawan penjahat (Matius 5: 39-44)
    Ayat ini mustahil dipraktekkan di masyarakat manapun. Bila ajaran ini diterapkan, maka menghancurkan tatanan sosial dan keamanan masyarakat. Apa jadinya di masyarakat apabila suatu kejahatan tidak dilawan ? Tidak melawan kejahatan berarti mendukung kejahatan. Bila kejahatan tidak dilawan, berarti mendukung kejahatan.
    Bila kejahatan tidak dilawan, maka kriminalitas akan meningkat dan subur berkembang.

    7. Kasihilah musuhmu (Lukas 6: 27-29). Ajaran ini sangat menguntungkan penjajah.

    8. Dilarang membawa perbekalan, dilarang membawa dua helai baju dan dilarang membawa kasur dalam pedalanan (Matius 10:9-10). Kenyataannya, umat Kristen sendiri tak ada yang bisa mengamalkan ayat ini.

    Ayat-ayat takhayul (mistis)
    Simson (Inggris: Samson) adalah utusan Tuhan yang sakti mandraguna selama rambutnya tidak dicukur. (Hakim-hakim 16:1-22).

    Diceritakan dalam kitab Hakim-hakim 16:1-22 bahwa Samson adalah utusan Tuhan yang sakti mandraguna. Dia bisa mencabut kedua daun pintu gerbang kota beserta kedua tiang dan semua palangnya, Ialu semuanya diletakkan di atas kedua bahunya dan dipindahkan ke puncak gunung (ay. 3). Tapi sayangnya dia jatuh cinta kepada seorang pelacur (wanita sundal) yang bernama Delila. Mala Delila disewa oleh raja Filistin dengan bayaran 1100 uang perak untuk mencari rahasia Samson (ay. 5).

    Di atas pangkuan pelacur Delila, akhimya Samson tergoda rayuan dan bujukan sehingga membuka rahasia kesaktiannya. Bahwa selama rambut kepalanya tidak dicukur, maka seluruh kekuatannya akan musnah dan dia menjadi orang lemah (ay. 17). Maka setelah nabi Samson tertidur di atas pangkuan pelacur Delila, rambutnya dicukur. Lalu musnahlah seluruh kesaktiaan dan kekuatan Samson. (ay.19). Kemudian kedua mata Samson dicungkil sehingga jadilah Samson buta mata akibat rahasia kesaktiannya dicukur (ay. 21).

    Cerita ini adalah cerita takhayul (mistik) yang biasanya berkembang di masyarakat primitif.

    Ayat-ayat Diskrimatif
    Perbuatan riba (rente) dilarang dilakukan kepada Israel, tapi boleh dilakukan kepada non Israel (Ulangan 23: 19-20).
    Ayat ini jelas buatan orang Yahudi, sebab tidak mungkin Tuhan berlaku diskiiminatif dengan melarang mengambil bunga uang kepada bangsa Yahudi, sementara mengambil bunga kepada orang selain Yahudi diperbolehkan. Dan sangat bertentangan dengan kitab Keluaran 22: 25: “Jika engkau meminjamkan uang kepada salah seorang umat-Ku, orang miskin diantaramu, maka janganlah engkau berlaku sebagai penagih hutang terhadap dia: janganlah kamu bebankan bunga kepadanya”.

    Ayat-ayat Ramalan Bibel yang meleset tak terpenuhi

    1. Ramalan Paulus tentang kedatangan Yesus (I Tesalonika 4: 16-17).
    Dalam ayat ini Paulus meramalkan bahwa setelah kebangkitan Yesus dari kubur, dia dan seluruh pengikutnya yang masih hidup itu akan diangkat bersama-sama dengan Yesus dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Ramalan ini tidak terpenuhi bukan Yesus yang menjemput Paulus, tapi pedang kaisar Nero yang memenggal leher Paulus di Roma tahun 64 M.
    Ramalan Paulus ini tidak akan terjadi, meski dia diberi waktu 2000 tahun lagi untuk menunggu kegenapan nubuatnya.

    2. Ramalan kedatangan Yesus (Matius 10:23, 16:28, Markus 9:1 dan Lukas 9:27).
    Yesus menubuatkan bahwa dia dan kerajaan Allah akan datang sebelum para muridnya selesai mengunjungi kotakota Israel. Ramalan ini meleset jauh, sebab sampai saat ini Yesus belum juga turun datang kembali ke dunia. Padahal para murid Yesus sudah mati semua 2000 tahun yang Ialu.

    3. Hak keturunan Abraham (Kejadian 21: 12).
    Dalam ayat ini Tuhan menubuatkan bahwa yang disebut keturunan Abraham adalah berasal dari Ishak. Nubuat ini meleset jauh besar, Sebab dalam I Tawarikh 1:28-30 Ismail juga disebut sebagai anak keturunan Abraham.

    4. Ramalan Tuhan Meleset (Yeremia 34:4-5)
    Dalam ayat Tuhan berfirman bahwa Zedekia, raja Yehuda tidak akan mati oleh pedang, melainkan akan mati dengan damai. Nubuat ini meleset jauh, dalam kitab Yeremia 52: 10-11 diceritakan bahwa pada dalam akhir hayatnya Zedekia tewas ditangan raja Babel. Sebelum meninggal, mata Zedekia dibutakan, lalu dibelenggu dengan rantai tembaga. Kemudian ditaruh dalam rumah hukuman sampai meninggal.

    5. Nubuat Tuhan tidak terjadi (Yeremia 36: 30).
    Dalam kitab Yeremia 36:30 Tuhan berfirman bahwa keturunan Yoyakim tidak ada yang naik tahta kerajaan Daud. Nubuat ini tenyata meleset. Diceritakan dalam kitab II Rajaraja 24: 6 bahwa sepeninggal Yoyakim, yang naik tahta menggantikannya adalah Yoyakin, anaknya.

    AYAT-AYAT KONTRADIKSI :

    Kontradiksi Perjanjian Lama
    1. Siapakah anak Daud yang kedua ?
    a. Kileab (II Samuel 3: 2-3).
    b. Daniel (I Tawarikh 3: 1)

    2. Di Yerusalem, Daud mengambil beberapa gundik atau tidak ?
    a. Ya! Daud mengambil beberapa gundik dan istrei (11 Samuel 5: 13-16).
    b. Tidak! Daud hanya mengambil beberapa isteri saja (I Tawarikh 14: 3-7).

    3. Berapa anak-anak Daud dari gundik di Yerusalem ?
    a. 11 orang (Samuel 5: 13-16).
    b. 13 orang (I Tawarikh 14 3-7).

    4. Di Kota mana Daud mengambil tembaga ?
    a. Betah dan Berotai (II Samuel 8: 8).
    b. Tibhat dan dari Kun (I Tawarikh 18: 8)

    5. Siapa anak Tou yang diutus untuk mengucapkan selamatkepada Daud ?
    a. Yoram (II Samuel 8: 10).
    b. Hadoram (1 Tawarikh 18: 9- 1 0)

    6. Dari orang bangsa saja Daud mengambil perak dan emas untuk Tuhan ?
    a. Aram (II Samuel 8: 11-12).
    b. Edom (I Tawarikh 18: 14-16).

    7. Siapakah panitera (sekretaris) Daud ?
    a. Seraya (II Samuel 8: 15-17).
    b. Sausa (I Tawarikh 18: 14-16).

    8. Berapakah tentara berkuda tawanan Daud ?
    a. 1.700 orang (II Samuel 8: 4).
    b. 7.000 orang (I Tawarikh 18: 4).

    9. Berapa ekor kuda kereta yang dibunuh Daud ?
    a. 700 ekor (II Samuel 10: 18).
    b. 7.000 ekor (I Tawarikh 19:18).

    10. Yang dibunuh Daud, pasukan berkuda atau pasukan jalan kaki ?
    a. 40.000 pasukan berkuda (II Samuel 10:8).
    b. 40.000 pasukan berjalan kaki (I Tawarikh 19: 18).

    11. Siapakah panglima musuh yang tewas di tangan Daud?
    a. Sobakh (II Samuel 10: 18).
    b. Sofakh (I Tawarikh 19: 18).

    12. Daud memerangi Israel atas hasutan Tuhan atau atas bujukan iblis ?
    a. Tuhan murka Ialu menghasut Daud (II Samuel 24: 1).
    b. Setan bangkit Ialu membujuk Daud (I Tawarikh 21:1)

    13. Siapakah kepala Triwira pengiring Yahudi ?
    a. Isyabaal, orang Hakhmoni (II Samuel 23: 8).
    b. Yasobam bin Hakhmoni (I Tawarikh 11:11).

    14. Kepala Triwira Daud membunuh berapa orang ?
    a. 800 orang (II Samuel 23:8).
    b. 300 orang (I Tawarikh 11:11).

    15. Berapakah angkatan perang Daud dari orang Israel ?
    a. 800 orang (II Samuel 24: 9).
    b. 1.100.000 orang (I Tawarikh 21:5).

    16. Berapakah angkatan perang Daud dari orang Yehuda ?
    a. 500.000 orang (11 Samuel 24:9).
    b. 470.000 orang (I Tawarikh 21:5).

    17. Berapakah kandang kuda milik Salomo (Sulaiman ?
    a. 40.000 kandang (I Raja-raja 4:26).
    b. 4.000 kandang (II Tawarikh 2:2).

    18. Berapa mandor pengawas kerajaan Salomo (Sulaiman)?
    a. 3.300 mandor (1 Raja-raja 5:16).
    b. 3.600 mandor (II Tawarikh 2:2).

    19. Berapa bat air di Bait Suci buatan Salomo ?
    a. 2.000 bat air (I Raja-raja 7:26).
    b. 3.000 bat air (II Tawarikh 4:5).

    20. Berapakah jumlah keturunan Yakub seluruhnya ?
    a. 66 jiwa (Kejadian 46:26).
    b. jiwa (Keluaran 1:5).

    21. Yang diharamkan, kelinci ataukah kelinci hutan ?
    a. Kelinci (Imamat ll: 6).
    b. Kelinci hutan (Ulangan 14: 6).

    22. Yang haramkan, babi ataukah babi hutan ?
    a. Babi hutan (Ulangan 14: 8, Imamat ll: 7).
    b. Babi (Yesaya 66: 17).

    23. Berapa lama Yoyakhim menjadi raja di Yerusalem ?
    a. 3 bulan (11 Raja-raja 24: 8).
    b. 3 bulan 10 hari (11 Tawarikh 36: 9).

    24. Berapa lama Yesua dan Yoab yang pulang kembali ke Yerusalem dan Yehuda dari pembuangan Nebukadnezar ?
    a. 2.812 orang (Ezra 2:6).
    b. 2.818 orang (Nehemia 7:11).

    25. Berapa anak-anak Benyamin ?
    a. 10 orang (Kejadian 46:21).
    b. 5 orang (Bilangan 26:38-39).
    c. 3 orang (I Tawarikh 7:6).
    d. 5 orang (1 Tawarikh 8:1-5).
    Komentar Silsilah anak Benyamin itu, semuanya tidak sama baik nama maupun jumlahnya.

    26. Berapa cucu Benyamin (anak-anak Bela) ?
    a. 5 orang (I Tawarikh 7:7).
    b. 9 orang (I Tawarikh 8:3-5).
    c. 2 orang (Bilangan 26:40).
    Buka dan bacalah ayat yang dimaksud. Terlihat jelas bahwa semua nama dan jumlah cucu Benyamin tidak ada yang sama.

    27. Tuhan salah dalam batasan usia ?
    a. Tuhan membatasi umur manusia hanya 120 tahun saja “Berfirman Tuhan: “Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja” (Kejadian 6:3). “Maka berkatalah TUHAN,’Aku tidak memperkenankan manusia hidup selama-lamanya; mereka mahluk fana, yang harus mati. Mulai sekarang umur mereka tidak akan melebihi 120 tahun” (Kejadian 6:3, Alkitab Bahasa Indonesia Sehari-hari).
    b. Batasan usia dari Tuhan itu salah besar, karena banyak orang yang usianya melebihi 120 tahun. Adam hidup selama 930 tahun (Kej. 5:3-5), Set hidup selama 912 tahun (Kej. 5:6-8), Enos hidup selama 905 tahun (Kej.9-11), Keenam hidup selama 9 1 0 tahun (Kej. 5:12-14), Mahalaleel hidup selama 895 tahun (Kej. 5:15-17), Yared hidup selama 962 tahun (Kej. 5:18-20), Henokh hidup selama 365 tahun (Kej. 5:21-23), Metusalah hidup selama 969 tahun (Kej. 5:25-27), Lamekh hidup selama 777 tahun (Kej. 5:28-32), Nuh hidup selama 950 tahun (Kej. 9:29), Sem hidup selama 600 tahun (Kej. 11: 10-11), Arpakhsad hidup selama 438 tahun (Kej. 11:12-13), Selah hidup selama 433 tahun (Kej. ll: 14-15), Eber hidup selama 464 tahun (Kej. ll:16-17). Peleg hidup selama 239 tahun (Kej. ll:18-19), Rehu hidup selama 239 tahun (Kej.11: 22-21), Serug hidup selama 230 tahun (Kej. 11: 24-25), Sara hidup selama 127 tahun (Kej. 23: 1-2), Ismael hidup selama 137 tahun (Kej. 25:17), Nahor hidup selama 148 tahun (Kej. ll: 24-25), Yakub hidup selama 147 tahun (Kej. 47: 28), Lewi hidup selama 137 tahun (Kej. 6:15), Kehat hidup selama 133 tahun (Kej. 6:19), Harun hidup selama 123 tahun (BH 33:39), Ayub hidup selama 140 tahun (Ayub. 42: 16-17).

    28. Tuhan menyesal atau tidak ?
    a. Tuhan tidak punya sifat menyesal (I Samuel 15:29, Bilangan 23:19).
    b. Tuhan menyesal dan pilu hati karena telah menciptakan manusia yang akhimya cenderung berbuatjahat di muka bumi (Kejadian 6:5-6). Tuhan menyesal karena telah Saul sabagai raja di Israel (I Samuel IS: 10-11, 35). Tuhan menyesal setelah mengacungkan tangan ke Yerusalem (II Samuel 24:16).Tuhan menyesal karena telah merancang malapetaka (Yeremia, 26:3, Yeremia 42:10, Keluaran 32: 14).

    29. Tuhan bisa dilihat atau tidak ?
    a. Tuhan tidak bisa dilihat dan didengar (Yohanes 5: 37,I Timotius 1:17, I Timotius 6:16, Keluaran 33: 20, I Yohanes 4:12).
    b. Tuhan bisa dihhat dengan mata kepala (Keluaran 33:11), Kejadian 18:1, Yohanes 5:37), Keluaran 33:20; I Timotius 6:16, I Timotius 1: 17,I Yohanes 4:12, Kejadian 26:24).
    c. Tuhan kelihatan kaki-Nya (Keluaran 24:9-10).
    d. Tuhan kelihatan sedang duduk (Yesaya 6:1).
    e. Tuhan bias dilihat dari jauh(Yeremia 31:3).

    Sebenarnya masih ada ratusan lagi daftar kontradiksi dalam Perjanjian Lama. Tapi karena keterbatasan ruang muat, maka dalam indeks ini dicukupkan sampai disini daftar ayat kontradiksi dalam Perjanjian Lama. Untuk selengkapnya baca buku “Fakta Dan Data Kepalsuan Alkitab (Bibel)” yang akan segera terbit.

    Kontradiksi Perjanjian Baru :

    Silsilah Yesus dalam Alkitab bisa dilihat di dua kitab Injil yaitu Injil Matius 1:1-17 dan Injil Lukas 3: 23-38. sementara injil Markus dan Injil Yohanes diam seribu bahasa tak tahu menahu tentang silsilah Yesus.

    1. Siapakah leluhur Yesus dari Adam sampai dengan Abraham?
    a. Lukas menuliskan 21 nama dalam silsilah dari Adam sampai dengan Abraham.
    b. Matius tidak menuliskan satu nama pun dalam silsilah dari Adam sampai dengan Abraham. Apakah Tuhan tidak memberikan inspirasi Yesus kepada Matius ? Apakah Tuhan pilih kasih terhadap Lukas ? Padahal Lukas termasuk dalam daftar murid Yesus di Injil Matius 10:2-4.

    2. Berapa nama silsilah dari Abraham sampai dengan Daud ?
    a. Lukas mencatat 15 nama dari Daud sampai dengan Yesus.
    b. Matius hanya mencatat 14 nama dari Daud sampai dengan Yesus.

    3. Dalam silsilah dari Abraham sampai dengan Daud, siapakah anak Hezron?
    a. Anak Hezron adalah Arni (Lukas 3: 33).
    b. Anak Hezron adalah Ram (Matius 1: 3).

    4. Berapa nama silsilah Daud sampai dengan Yesus ?
    a. Lukas mencatat 43 nama dari Daud sampai dengan Yesus.
    b. Matius hanya mencatat 28 nama dari Daud sampai dengan Yesus.

    5. Siapakah kakek Yesus ?
    a. Yakub (Matius 1:6).
    b. Eli (Lukas 3:31).

    6. Siapakah anak daud yang menurunkan Yesus ?
    a. Salomo (Matius 1: 6).
    b. Natan (Lukas 3:31).

    7. Yesus memasuki Yerusalem naik apa ?
    a. Seekor keledai (Markus ll:7; Lukas 19:35).
    b. Seekor keledai betina dan seekor keledai (Matius 21:7).

    8. Ketika Yesus bertemu Yalrus, apakah anak perempuan Yairus sudah mati?
    a. Ya! Sudah mati! (Matius 9:18).
    b. Belum mati! Masih sakit dan hampir! (Markus 5: 23).

    9. Bolehkah membawa tongkat dan kasut dalam pedalanan ?
    a. Ya, boleh ! (Markus 6: 7-9).
    b. Tidak, tidak boleh!! (Matius 10: 9- 1 0, Lukas 9: 1-3).

    10. Kesaksian Yesus tentang dirinya, benar atau salah ?
    a. Tidak benar (Yohanes 5: 31).
    b. Benar (Yohanes 8:14).

    11. Berapa jumlah orang buta yang bertemu Yesus di Yerikho?
    a. Dua orang buta (Matius 20:29-30).
    b. Hanya satu orang buta saja (Markus 10:46).

    12. Dimana Yesus menemui orang kerasukan setan ?
    a. Di Gedara (Matius 8:28).
    b. Di Gerasa (Markus 5:1-2).

    13. Berapa jumlah orang kerasukan setan yang ditemui Yesus ?
    a. Ada 2 orang (Matius 8:28).
    b. Hanya 1 orang saja (Markus 5: 1-2).

    14. Apa yang diucapkan Yudas di hadapan Yesus ?
    a. Salam Rabi (Matius 26: 49).
    b. Rabi (Markus 14: 45),
    c. Yudas tidak mengucapkan apa-apa/diam (Lukas 22:47).

    15. Ketika Yesus berjalan di atas air, bagaimana respon para muridnya ?
    a. Mereka menyembah Yesus (Matius 14:33).
    b. Mereka tercengang dan bingung (Markus 6:51-52).

    16. Jam berapa Yesus disalibkan ?
    a. Jam sembilan (Markus 15:25).
    b. Jam 12 Yesus belum disalibkan (Yohanes 19:14).

    17. Yesus membawa damai dan keselematan atau onar ?
    a. Yesus menyelamatkan dunia (Matius 5:9, Yohanes 3:17, Yohanes 10:34-36).
    b. Yesus membawa onar, pedang dan kekacauan keluarga (Matius 10: 34-36).

    18. Apa hukumnya bersunat ?
    a. Sunat itu wajib (Kejadian 17:10-14, 17:14, Kejadian 21:4). Yesus tidak membatalkan sunat, (Matius 5: 17-20, Lirkas 2:21). Yesusjuga disunat (lukas 2: 21). Dan orang yang tidak disunat, tidak dapat diselamatkan (Kisah Para Rasul IS: 1-2).
    b. Kata Paulus, sunat tidak wajib, tidak berguna dan tidak penting (Galatia 5:6, I Korintus 7:18-19).
    19. Bolehkah makan babi ?
    a. Babi haram dimakan (Ulangan 14:8, Imamat 11:7, Yesaya 66:17).
    b. Kata Paulus, semua daging binatang halal dimakan, tidak ada yang haram (I Korintus 6: 12, I Korintus 10:25, Kolose 2:16, I Timotius 4-5, Roma 14:17).

    20. Selain Yesus, adakah yang naik ke sorga ?
    a. Tidak ada! Hanya Yesus saja yang pemah naik ke sorga (Yohanes 3: 13).
    b. Henokh dan Elia telah naik ke sorga (Kejadian 5: 24, II Raja-raja 2. 1 1).

    AYAT-AYAT TUHAN YANG RAGU-RAGU :

    Tuhan ragu-ragu dalam ispirasi wahyu-Nya, sehingga memakai kata dugaan “kira-kira”.

    Kira-kira jam 3 malam (Matius 14:25, Markus 6:48), kira-kira jam 3 (Matius 27:46), Kira-kira jam 3 petang (Kisah Para Rasul 10: 3) . Kira-kira jam 4 (Yohanes 1:39), Kira-kira jam 5 petang (Matius 20:6), Kira-kira jam 5 (Matius 20:9), Kirakira jam 9 (Kisah Para Rasul 23:23),

    Kira-kira jam 9 pagi (Matius 20:3), Kira-kira jam 12 (Lukas 23:44, Yohanes 19:14), (irakira pukul 12 (Matius 20:5, Yohanes 4: 6, Kisah Para Rasul 10:9), Kira-kira 2 jam (Kisah Para Rasul 19:34), Kira-kira 3 jam (Kisah Para Rasul 5:7).

    Kira-kira 12 orang (Kisah Para Rasul 19:7), Kira kira 20 orang (I Samuel 14:14), 1 Samuel 25:13, I Raja-raja 22:6, Kisah Para Rasul 5:36), kira-kira 600 orang (1 Samuel 14: 2,1 Samuel 23:13).

    Kira-kira 1000 orang (Yudas 9:49), kira-kira dua atau tiga ribu orang (Yosua 7:3), kira-kira 3000 orang (Yosua 7: 4, Yudas 16:27), kira-kira 3000 jiwa (Kisah Para Rasul 2: 41), kira-kira 4000 orang (1 Samuel 4:2, Markus 8:9), kira-kira 5000 orang (Yosua 8:12), kira-kira 5000 laki-laki (Matius 14:21, Lukas 9:14, Yohanes 6:10, Kisah Para Rasul 4: 4).

    Kira-kira 10.000 orang (Yudas 3:29), kira-kira lima belas ribu orang (Yudas 8:10), kira-kira 40.000 orang (Yosua 4:13).

    Kira-kira 8 hari (Lukas 9: 28), kira-kira 10 hari (1 Samuel 25: 38), Kira-kira 3 bulan (Kejadian 38: 24. Lukas 1: 56), kirakira 12 tahun (Lukas 8: 42), kira-kira 30 tahun (Lukas 3: 23), kira-kira 100 tahun (Roma 4: 19), kira-kira 450 tahun (Kisah Para Rasul 13: 20).

    Kira-kira 50 kati (Yohanes 19: 39), kira-kira 200 hasta (Yohanes 21: 8), kira-kira 2000 ekor babi (Markus 5: 13), kirakira 2 mil (Yohanes 11: 18).

    KESAKSIAN PARA TEOLOG KRISTEN :

    1. Dr.G.C Van Niftrik dan Dr. B.J Bolland :
    “Kita tidak usah malu-malu, bahwa terdapat berbagai kekhilafan di dalam Alkitab; kekhilafan-kekhilafan tentang angka-angka perhitungan; tahun dan fakta. Dan tak perlu kita pertanggungjawabkan kekhilafan-kekhilafan itu pada caranya, isi Alkitab telah disampaikan kepada kita, sehingga kita akan dapat berkata: “Dalam naskah aslinya tentu tidak terdapat kesalahan-kesalahan, tetapi kekhilafan itu barulah kemudian terjadi di dalam turunan naskah itu. Isi Alkitab juga dalam bentuknya yang asli, telah datang kepada kita dengan perantaraan manusia” (Dogmatika Masa Kini, BPK Jakarta,1967, hal 298).

    2. Dr. Mr D.C Mulder:
    “Jadi benarlah Daud itu pengarang Mazmur yang 73 jumlahnya ? Hal itu belum tentu. Sudah beberapa kali kita suci menjumpai gejala bahasa orang Israel suka menggolongkan karangan-karangan di bawah nama orang yang termasyhur ……. Oleh karena itu tentu tidak mustahil pengumpulan-pengumpulan mazmur-mazmur itu (atau orang-orang yang hidup lebih kemudian) memakai nama Daud, karena raja itu termasyhur sebagai pengarang mazmur-mazmur. Dengan kata lain perkataan, pemakaian nama Daud, Musa, Salomo itu merupakan tradisi kuno, yang patut diperhatikan, tetapi tradisi itu tidak mengikat” (Pembimbing ke Dalam Perjanjian Lama, BPK Jakarta, 1963 hal. 205).

    3. Dr. Welter Lempp;
    “Susunan semesta alam diuraikan dalam Kitab Kejadian I tidak dapat dibenarkan lagi oleh ilmu pengetahuan modern” (Tafsiran Kejadian, hal 58). “Pandangan Kejadian I dan seluruh Alkitab tentang susunan semesta alam adalah berdasarkan ilmu kosmografi bangsa Babel. Pandangan itu sudah ketinggalan jaman” (Tafsiran Kejadian, hal, 65).

    4. Dr. R. Soedarmo:
    “Dengan pandangan bahwa Kitab Suci hanya catatan saja dari orang, maka diakui juga bahwa di dalam Kitab Suci mungkin sekali ada kesalahan. Oleh karena itu Kitab Suci mungkin sekali ada kesalahan. Oleh karena itu Kitab Suci denganbentuk sekarang masih dapat diperbaiki” (Ikhtisar Dogamtika, BPK Jakarta, 1965 hal. 47). “Di dalam Perjanjian Baru pun ada kitab-kitab yang diragukan antara lain Surat Wahyu dan Yakobus yang disebut surat Jeram” (Ikhtisar Dogmatika, BPK Jakarta, 1965 hal. 49).

    SOLUSI AKHIR

    Karena Alkitab (Bibel) sudah terbukti kepalsuannya, maka seharusnya kita berpaling dari Alkitab (Bibel). Carilah kitab suci yang sudah teruji keasliannya sepanjang zaman. Ciri-ciri kitab suci tersebut adalah:

    1. Keotentikannya dijamin langsung oleh Tuhan.
    2. Masih ada bahasa ashnya sesuai dengan sewaktu kitab suci tersebut diturunkan kepada nabi yang menerimanya.
    3. Mudah dihafal karena Tuhan memberikan kemudahan bagi umat-Nya untuk menghafalkan wahyunya.
    4. Umat yang meyakininya banyak yang hafal kitab suci tersebut diluar kepala.
    5. Tidak mengandung pornografi.
    6. Tidak ada kontradiksi antar ayat.
    7. Relevan sepanjang zaman.
    =============================================
    SUMBER.

    Coba anda fikirkan lagi, ko ada sih ayat2tuhan yg isinya keragu2an shingga diragu2kan? ko ada sih ayat tuhan yg tidak pasti, hanyalah perkiraan semata? itu sbenarnya ayat tuhan atau bukan sih?
    kalau memang benar ayat dari tuhan, seharusnya sudah yakin PASTI,BENAR, & TDK DIRAGUKAN LAGI. smentara ayat2 dlm kitab Injil banyak sekali yg isinya keragu2an,
    brarti diragukan tuh oleh umat yg mmpercayai Injil alias kristen ttg kbenarannya.

    HIMBAUAN BUAT ANDA(sang penulis artikel ini) JUGA BUAT ORANG2 KRISTEN.
    JGN HANYA INGIN MMPELAJARI KITAB AGAMA LAIN, SEMENTARA KITAB SENDIRI TDK DIPELAJARI SEPENUHNYA.
    coba sekarang kalian pelajari dehc kitab kalian (injil). terus telusuri & tela’ah ayat2nya juga isi kandungannya, trmasuk ayat2 yg saya sebutkan diatas.
    setelah mempelajari semuanya, saya yakin kalian akan tahu mana ayat2 yg asli dari tuhan & mana ayat2 yg hasil rekayasa buatan manusia (palsu).
    karna kami org muslim sendiri mempelajari ko kitab kalian(Injil) sperti yg diatas itu.
    dan stelah itu saya brfikir kalau ayat2 kitab injil itu tdk benar, karna ko ayat tuhan tdk pasti & diragukan.

    sudah ya, cape banyak ngetik. himbauan 1 lagi, gunakan logika/fikiranmu utk mengetahui mana yg benar & mana yg tdk benar.

    • Moortadyn says:

      Tanggapan terhadap Saudara Opy cc :
      Saya tidak perlu jauh jauh membahas semua tuduhan Islam kepada Kristiani, meskipun
      bisa kami jawab semua, tapi untuk apa? Toh ini adalah propaganda kalian untuk menjatuhkan Kristiani, dan sungguh sia-sia saja

      Coba kita lihat kalimat awal anda saja…………mari

      ANDA BERKATA :

      . jwanbannya adalah: karna agar ayat2 alqur’an & ajaran2 kbenaran alqur’an itu ttap terjaga smpai kapanpun. sehingga tdak berubah dan bila ada org yg mrubahnya, maka akan dbenarkan lagi oleh para muslim yg sudah mnghafal alqur’an.

      JAWAB :
      APA ANDA YAKIN VERSI ALQURAN ANDA VERSI YANG BENAR ?

      Bukhari Volume 3, Buku 41, Nomer 601: Dikisahkan oleh ‘Umar bin Al-Khattab:
      Aku dengar Hisham bin Hakim bin Hizam melafalkan Surat-al-Furqan dengan cara yang berbeda dengan caraku. Rasul Auwloh telah mengajarkan padaku (dengan cara yang berbeda). Lalu, aku hampir saja ingin bertengkar dengan dia (pada saat sembahyang) tapi aku tunggu sampai dia selesai, lalu aku ikat bajunya di sekeliling lehernya dan kuseret dan kubawanya menghadap Rasul Auwloh dan berkata, Aku telah mendengar dia melafalkan Surat-al-Furqan dengan cara yang berbeda dengan yang kau ajarkan padaku.

      Sang Rasul menyuruhku melepaskan dia dan meminta Hisham melafalkannya. Ketika dia melakukan itu, Rasul Auwloh berkata, “Itu (Surat-al-Furqan ) dilafalkan begitu.” Sang Rasul lalu meminta aku melafalkannya. Ketika aku melakukannya, dia berkata, “Itu dilafalkan begitu.” Quran telah dinyatakan dalam TUJUH CARA yang berbeda, jadi lafalkan dengan cara yang mudah bagimu.
      ( Lainnya Sahih Bukhari V4, B54, N442; V6, B61, N513; V6, B61, N514; V9, B3, N640)

      JADI ADA 7 CARA MELAFALKAN = 7 PENGERTIAN BERBEDA

      PENGUMPULAN NASKAH QURAN YANG TIDAK JELAS

      Tidak seorang pun dari keempat orang yang direkomendasikan Muhammad untuk mengajar Quran diberi tugas untuk mengumpulkan atau menegaskan kebenarannya. Yang disuruh malah juru tulisnya Muhammad: Zaid bin Thabit

      Bukhari Volume 6, Buku 61, Nomer 509: Dikisahkan oleh Zaid bin Thabit:
      Abu Bakr As-Siddiq memanggilku ketika orang-orang Yamama telah dibunuh (sejumlah pengikut sang Nabi yang bertempur melawan Musailama). (Aku pergi kepadanya) dan menemukan ‘Umar bin Al-Khattab duduk dengannya. Abu Bakr lalu berkata (padaku), Umar telah datang padaku dan berkata: Banyak yang Qurra Quran(orang-orang yang hafal Quran di luar kepala) yang TEWAS di Perang Yamama dan aku takut akan lebih banyak lagi Qurra yang akan tewas di medan perang lain, sehingga sebagian besar Quran bisa hilang. Karena itu aku menganjurkan kau (Abu Bakr) memerintah agar ayat-ayat Quran dikumpulkan.

      Lalu Abu Bakr berkata (padaku). Kamu adalah anak muda yang bijaksana dan kami tidak curiga apapun padamu, dan kau biasa menulis Ilham Illahi bagi Rasul Auwloh. Maka kau harus mencari (ayat-ayat terpisah-pisah) Quran dan mengumpulkannya jadi satu buku (TUGAS DIBERIKAN KE ZAID)

      SEDANG ANJURAN NABI MENGENAI NASKAH QURAN
      Volume 6, Buku 61, Nomer 521: Dikisahkan oleh Masriq:
      ‘Abdullah bin ‘Amr mengingatkan ‘Abdullah bin Masud dan berkata, “Aku akan mencintai orang itu selamanya, karena aku mendengar sang Nabi berkata, Belajarlah Quran dari empat orang ini: ‘Abdullah bin Masud, Salim, Mu’adh dan Ubai bin Ka’b.

      JELAS JELAS BANYAK SALINAN QURAN BERBEDA-BEDA TELAH DIBAKAR
      Bukhari Volume 6, Buku 61, Nomer 510: Dikisahkan oleh Anas bin Malik:
      Hudhaifa bin Al-Yaman datang pada Uthman pada saat orang-orang Sham dan Iraq sedang mengadakan perang untuk menaklukkan Arminya dan Adharbijan. Hudhaifa takut akan perbedaan pelafalan Quran yang dilakukan mereka (orang-orang Sham dan Iraq), lalu dia berkata pada Uthman, ketua orang yang beriman! Selamatkan negara ini sebelum mereka bertentangan tentang Buku ini (Quran) seperti yang dilakukan orang Yahudi dan Kristen sebelumnya. Lalu Uthman mengirim pesan pada Hafsa yang isinya, Kirim pada kami naskah-naskah Quran sehingga kami bisa mengumpulkan bahan-bahan Quran dalam salinan yang sempurna dan mengembalikan naskah-naskah itu padamu. Hafsa lalu mengirimkannya pada Uthman. Uthman lalu memerintahkan Zaid bin Thabit, ‘Abdullah bin AzZubair, Said bin Al-As dan ‘AbdurRahman bin Harith bin Hisham untuk menulis ulang naskah-naskah itu menjadi salinan yang sempurna. Uthman berkata pda tiga orang Quraish, Andaikata kau tidak setuju dengan Zaid bin Thabit tentang isi apapun dalam Quran, maka tulislah Quran dalam dialek Quraish, agar Quran dinyatakan dalam bahasa asli mereka. Mereka melakukan itu, dan ketika mereka telah menulis banyak salinan, Uthman mengembalikan naskah-naskah yang asli pada Hafsa. Uthman mengirim satu salinan Quran ke setiap propinsi Muslim, dan MEMERINTAHKAN SEMUA TULISAN-TULISAN QURAN LAIN, baik yang ditulis di beberapa naskah atau seluruh buku, DIBAKAR!. (Dan riwayat lainnya…masih banyak)

      Kenyataan bahwa naskah akhir Quran yang diperintahkan oleh Khalifa Uthman untuk disebarkan sebenarnya punya sejarah yang penuh perubahan, pertentangan dan penghancuran.

      Muhammad tidak pernah mengumpulkan bahan-bahan Quran menjadi satu naskah Quran tunggal. Dia merekomendasikan empat guru untuk mengajar bahan-bahan Quran. Dia juga menegaskan bahwa Quran dapat dilafalkan dalam tujuh cara.

      Khalifa Abu Bakr memerintahkan Zaid bin Thabit, salah satu juru tulis, dan bukan empat guru yang direkomendasikan Muhammad, untuk menyusun bahan-bahan Quranjadi satu naskah tunggal, ketika para qurra mulai berguguran di medan perang.

      Dalam beberapa tahun, versi Quran yang berbeda-beda muncul dan menyebabkan banyak masalah diantara masyarakat Muslim. Khalifa Uthman memerintahkan penyebaran salinan dari versi Quran yang dibuat oleh Zaid bin Thabit yang disimpan oleh anak Khalifa Umar, yakni Hafsa. Dia lalu memerintahkan penghancuran Quran-quran yang telah disusun orang lain.

      Mungkin kalau mau jujur, anda pasti tahu, versi Quran yang di “standarisasi” oleh pemerintah Arab itu versi kapan, dan tahun berapa.

      The earliest qur’anic writings on coins and on the Dome of the Rock do not coincide with the current qur’anic text This suggests the Qur’an we now read is not the same as that which was supposedly collated and canonized in 650 AD by Uthman. The earliest qur’anic manuscripts in our possession today (dating from 790 AD) would appear to reflect an evolution in the qur’anic text. This challenges the Muslim contention that the Qur’an contains the original and exact revelation of Allah, as recited by Muhammad and hence strikes at the very heart of the Islamic faith
      DAN MASIH PANJANG LAGI PEMBAHASAN MENGENAI VERSI QURAN
      (Berikut bukti -perkamen “Sana’a”, ibu kota Yaman, pada 1972, adalah mushaf Alquran paling tua di dunia, yang ditulis pada abad ketujuh dan kedelapan, berbeda dengan dua perkamen lain yang sudah ditemukan)

      (2) ANDA BERKATA :
      berbeda dgn ajaran kristen yg tdk mngharuskan utk mnghafal kitabnya sndiri, bahkan gegedug kristen sendiri yakni misionaris(para pendeta,pastur,uskup) itu melarang keras utk mmpelajari semua ayat2 dlm kitab injil yg banyak versinya itu.
      JAWAB :
      Ajaran kristen mengajarkan bagaimana “mempraktekkan” ajaran Tuhan dalam kehidupan, bukan menghafal saja lalu memperoleh “pahala” seperti itu

      Apakah seorang tuan lebih menyayangi anjing yang pandai menjilati dan mengendus tuannya, tapi ketakutan saat ada maling? atau anjing yang cuek, tapi dengan berani bisa mengusir maling ?

      “Pemimpin kristiani melarang utk mempelajari Alkitab ??” Sebuah kebohongan paling menggelikan (ini pasti ilmu taqqiya anda)…..

      CUKUP 2 POIN AWAL UCAPAN ANDA SAJA…sudah memperlihatkan

      Apa LAYAK Nabi yang mempraktekkan PEDOFILIA (Menikahi bocah 9th), perampok karavan (Badar), Perampok kota (Khaibar), pemerkosa (Hafsah) dan penganjur perkosaan pengikutnya, dan juga pembunuh kejam, penindas, dan penipu ulung, ini LAYAK didengarkan dan LAYAK menjadi saluran suara Tuhan sejati ?
      (Semua berdasarkan sumber hadis sahih anda sendiri)

      Islam penuh dengan kekerasan, kebencian tak berdasar, kemunafikan, penipuan, dari awal hingga kini diteruskan umatnya.

      Buktikanlah dahulu, bantahlah dahulu, jika Nabi anda tidak seperti itu…..

      Semoga kebenaran membukakan mata anda…

      Tuhan memberkati saudara

      • bang toyib says:

        Saya tanya balik ke anda, : “APA ANDA YAKIN VERSI ALKITAB ANDA VERSI YANG BENAR ?” coba datangkan ke kami orang yang hafal Al-kitab, apa anda yakin kitab yang tidak ada yang hafal bisa terjaga kemurniannya????????????????????
        AL-Qur’an dijaga oleh Allah dan dimudahkan untuk dipelajari, itu sebabnya banyak orang walaupun bukan orang arab bisa hafal Al-Qur’an sehingga Al-Qur’an tetap terjaga kemurniannya…..pengen ketemu orang yang hafal AL-Qur’an di Indonesia, yuk datang ke pesantren darul Qur’annya Yususf Mansyur…sekolah penghafal Al-Qur’an
        smoga anda dapat menilai sesuatu dengan baik dan benar…

      • Immanuel says:

        Kpd Yth. Moortadyn,
        Bagi saya uraian Anda justeru memperjelas bagaimana mekanisme Allaah untuk menjaga kemurnian Al Quran. Adapun ada 7 cara melafalkan Al Quran tidaklah berarti ada 7 versi pengertian Al Quran. Dari semua hal tersebut, dapat digarisbawahi bahwa munculnya Blog semacam ini adalah semata untuk “menggenapi” nubuat Nabi Muhammad : “Dan tidaklah senang kaum Yahudi dan Kristen sebelum engkau mengikuti jalan mereka”.

    • 150770jaws says:

      Tanggapan untuk saudara ku terkasih @Opy cc :

      Penjelasan anda sebuah ekspresi kalab dan membabi buta, sepertinya anda ingin menjelaskan bukti dukungan dari ayat ALKITAB FIRMAN TUHAN YANG HIDUP, saya setuju apa yang dikatakan saudara ku yerkasih didalam TUHAN YESUS KRISTUS @Murtadyn itu benar “tidak perlu jauh jauh membahas semua tuduhan Islam kepada Kristiani, meskipun
      bisa kami jawab semua, tapi untuk apa? Toh ini adalah propaganda kalian untuk menjatuhkan Kristiani, dan sungguh sia-sia saja”.

      Karena Saudara ku @Opy cc hanya melakukan ketidak tahuan Iman para Pengikut Tuhan Yesus Kristus beserta isi FIRMAN TUHAN YANG HIDUP atau ALKITAB, menurut saya mengusulkan jika anda sudah mengetahui namun anda memutarbalikan bahakan anda menambah serta mengurangi anda bertanggung jawab atas diri anda sendiri atas penjelasan anda, kami sudah memahami sebelum anda menjelaskan panjang lebar seolah olah anda berusaha meyakinkan semua pendakwa dari versi anda bahwa anda lebih baik dari Para Sarjana Islam dari penulis soal Quran (kitab suci umat islam) dari isi penjelasan diatas yang risetnya tidak main main, artinya bahwa anda saudara @Opy cc sangat memaksakan hal yang tidak dapat megubah apapun dari pandangan buku sejarah awalnya Quran (kitab suci umat muslim) seperti yang sudah di tulis diatas yang sumbernya sangat Sahih dan diambil dari Literatur literatur para penulis sarjana sarjana Islam, serta fragmen fragmen peninggalan tulisan Quran di media seperti cuplikan tulisan diatas “catatan-catatan yang ditulis di atas daun-daun, batu-batu, tulang belikat onta, dan lain sebagainya, serta dari ingatan orang-orang yang telah menyimpannya dalam memori mereka. Hasil dari pengumpulan berbagai koleksi yang dilakukan di tempat-tempat yang berbeda, agaknya bervariasi satu dengan yang lain. Khalifah Usman memutuskan untuk memperbaiki situasi dan mengumpulkan para ulama untuk menciptakan teks standar resmi, antara tahun 650 dan 656, yang disebarkannya secara luas, dan pada saat yang sama mengeluarkan perintah agar semua versi lainnya dimusnahkan!”. jadi apakah ini bukan penyelidikan yang patut disyukuri, karena untuk mengenal Kebenaran maka secara Urut dan Runut dimulai dari Kisah Sejarah Nyatanya dan inilah kenyataannya bahwa sejarah asal usul Quran, saya rasakan dan saya berusaha untuk meyangkalnya tulisan diatas namun bisa iya juga karena nalar dan logika saya bekerja, sehingga saya coba untuk meyelidikinya dan mencari tahu serta sedikit punya waktu untuk membandingkannya. sekalipun saya Pengikut TUHAN YESUS KRISTUS, kenapa saya penasaran, saya cerita sedikit mengenai saya.

      Ceritanya adalah bahwa saya 8 bersaudara saya anak no 7 dari adik dan kaka saya, semua saudara saya seluruhnya berkeyakinan Islam, dan menjadi Muslim karena sebuah pernikahan, serta diajak teman, sehingga mereka mengikut pasangannya dan temanya, sedangkan saya tetap pada pendirian saya, sedangkan mama dan papa kandung saya Nasrani ( Pengikut Tuhan Yesus Kristus yang Setia) karena hal yang menguatkan saya berkeyakinan buka karena ayah dan mama saya namun adalah saya telah melihat TUHAN YESUS KRISTUS, itu terjadi saat masa kecil di asrama dan saat Remaja Kuliah dan di tempat Kost Di Margonda Raya Depok, saat itu sedang tidur lalu dalam setengah sadar saya seperti melihat Kedasyatan Wajah TUHAN yang Bersinar sangat terang, Penuh Ke Agungan dan Mulia, dan Jubanya serta Bercahaya serta Tangannya ada lubang Bekas Disalib yang saya duga akibat Dipaku, saat itu penuh Kedamaian dan Ketentraman, hal yang sma saat Kuliah demikian sama namun pijakannya tak terhingga, itulah yang meyebabkan saya bersikukuh untuk 1.000.000.000.000.000.000…% Percaya dan takan pernah undur, karena TUHAN YESUS KRISTUS penuh damai sejahtera sekalipun saya mengalami dalam keadaan berdosa dan penuh tekanan hidup dan kesulitan namun wajahnya masih sangat terekam di benak saya hingga selamnya. demikian sedikit tentang kesaksian saya.

      Kembali kepada Catatan diatas : untuk saudara ku terkasih Opy cc.

      Jadi saudara ku Opy cc, apa yang anda katakan dan jelaskan untuk melawan para penulis sarjana sarjana Islam sendiri tentunya anda harus punya dukungan dan pengujian layaknya seperti seorang yang mau mengambil Ilmu S1, S2 atau S3, saudara ku Opy cc harus melewati tahapan tersebut untuk meyangkalnya, sedangkan para sarjana ternama memiliki kecerdasan diatas rata rata dan itu tidak mudah untuk menyelidikinya serta ijinya dan anda tentunyaharus ber registrasi seperti ISO ( Internasional Standard Organitation) dan Sarjan ahli arkeolog arkeolog purbakala yang sudah ternama dalam penyelidikan dan penulisannya, jadi sangat beralasan untuk dapat dan harus memaparkan penyelidikannya sera pembuktiannya.
      Jadi tidak adil dong jika dianggap mereka salah, sedangkan ia menjalankan kehidupan dan dedikasinya tidak sedikit pengorbanannya apakah anda bisa menebusnya atas biaya dan waktu dedikasi serta integritas ilmunya ini tidak main main besarnya setiap project penyelidikannya serta penulisannya, jadi jangan dituduh serta merta untuk melawan atau niat meyesatkan umat Muslim yang Percaya atau menselewengkan sejarah Quran dan agama Islam, dan ini berlawnan serta betentangan dengan Ilmu terapan dan Integritasnya sangat di pertanyakan juga dipertanggungjawabkan baik di Dunia sudah selesai dan nanti di Jaman Akhir pun itu akan upah ap yang mereka dapat.

      Tulisan di atas ini sudah di bukakan pintu kebenaran, siapa Tahu Tuhan menggunakan orang orang sekuler ini ( Para Satjana Islam dan Sejarah akrkeolog dan Sarjana pendukung lainya) yang pasti mereka bukan semua dari orang pengikut Tuhan Yesus Kristus ( YEHESUAH MESIAS) loh yang menulis, mereka adalah pihak ketiga, yang secara serius bahwa TUHAN YAHWEH memberikan hikmat-Nya pada mereka untuk membuka kebenaran dan kenyataannya agar semua orang bisa menegok sejarah yang tidak di bengkokan, penulis diatas saya merasakan hikmatnya untuk membuka sejarah serta membuktikan kebenaran, mungkin juga Iman Kekristenan pun di selidikinya hanya yang pada akhirnya KEYAKINAN UMAT PENGIKUT TUHAN YESUS KRISTUS KEBENARANNYA dan ALKITAB SUDAH TERUJI dan dikatakan BENAR.BENAR FIRMAN TUHAN YANG SAHIH 1.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000…%

      Saudara ku Opy cc, kiranya TUHAN Senantiasa limpahkan Hikmat untuk sesuatu yang lebih benar dan baik, sehat selalu dan semakin sukses serta berkaryalah selalu bagi TUHAN. GBU

  4. TANGGAPAN SAYA TERHADAP sudara opy cc:
    Saya salut usaha keras Anda untuk mempelajari Alkitab dengan mengetengahkan banyak sekali isu-isu Bibliogis yang saya akui akan sulit dipahami oleh saudara-saudara Kristen awam (layman) yaitu mereka yang tak belajar secara khusus di bangku Teologia. Akan tetapi semua upaya Anda untuk belajar Alkitab dengan sikap tendensius dan apriori seperti itu, hanya membuat hati nuranimu semakin dibutakan oleh Iblis, sehingga sekeras apapun Anda berusaha untuk menemukan kebenaran, itu justru membawa anda masuk ke dalam awan gelap pekat yang semakin membutakan matamu dan semakin membuat Anda frustrasi, krena sangkamu engkau telah menemukan kebenaran, ternyata kesesatanlah yang Anda alami.
    Memang benar itu tak mungkin dilakukan dan sulit diterakan pada zaman medren sekarang ini. Tapi ayat- ayat diatas telah dilakukan dengan sangat baik oleh kaum Muslimin sepanjang zaman saat mereka memenggal tangan dan kaki para tawan, bahkan memenggal kepala mereka yang menyerahkan diri dalam perang Jihat tanpa ampun! Jadi apa yang anda katakan mustahil diterapkan , namu kalian sengaja menutup mata meliha hal yang anda anggap mustahil diterapan dalam dunia modern saat ini. Jadi yang ketinggalan dan primitive itu siapa dong?
    Saya heran! Bagaimana mungkin Anda begitu arogannya menempatkan diri sebagai sorang yang paling cerdas dan menempatkan diri sebagai memiliki kuasa supreme untuk menghakimi Firman Tuhan?
    Saya ingatkan Anda, bukan orang Kristen yang Anda hujat dan kutuk serta menganggapnya idiot, Tetapi Tuhan Allah YHWH yang menyatakan diri kepada Abraham, Ishak, dan Yakob serta Hagar waktu ia melarikan diri dari majikannya Sarah, “Kemudian Hagar menamakan TUHAN yang telah berfirman kepadanya itu dengan sebutan: “Engkaulah El-Roi.” Sebab katanya: “Bukankah di sini kulihat Dia yang telah melihat aku?” (Kejadian 16:13)
    Bahkan Allah yang sama yang datang menemuai Hagar dan Ismael, ketika mereka sedang kehausan di padang gurun dan nyaris mati karena kehabisan air. Pada waktu itu Allah yang Anda anggap idiot, bodoh, dan tidak logis hukum-hukum-Nya namun telah melawat Hagar dan Ismmael nenekmoyang dari Muhammad yang kalian agung-anggungkan, dengan memberi mereka minum dari mata air yang di padang gurun sehingga menyelamatkan nyawa mereka?
    “Keesokan harinya pagi-pagi Abraham mengambil roti serta sekirbat air dan memberikannya kepada Hagar. Ia meletakkan itu beserta anaknya di atas bahu Hagar, kemudian disuruhnyalah perempuan itu pergi. Maka pergilah Hagar dan mengembara di padang gurun Bersyeba. Ketika air yang dikirbat itu habis, dibuangnyalah anak itu ke bawah semak-semak, dan ia duduk agak jauh, kira-kira sepemanah jauhnya, sebab katanya: “Tidak tahan aku melihat anak itu mati.” Sedang ia duduk di situ, menangislah ia dengan suara nyaring. Allah mendengar suara anak itu, lalu Malaikat Allah berseru dari langit kepada Hagar, kata-Nya kepadanya: “Apakah yang engkau susahkan, Hagar? Janganlah takut, sebab Allah telah mendengar suara anak itu dari tempat ia terbaring. Bangunlah, angkatlah anak itu, dan bimbinglah dia, sebab Aku akan membuat dia menjadi bangsa yang besar.” Lalu Allah membuka mata Hagar, sehingga ia melihat sebuah sumur; ia pergi mengisi kirbatnya dengan air, kemudian diberinya anak itu minum. Allah menyertai anak itu, sehingga ia bertambah besar; ia menetap di padang gurun dan menjadi seorang pemanah. Maka tinggallah ia di padang gurun Paran, dan ibunya mengambil seorang isteri baginya dari tanah Mesir.”(Kejadian 21:14-21)
    Jikakalau Anda tahu bahwa Dia itu Allah yang Maha Kuasa, pencipta Langit dan bumi, laut serta segala isinya, maka sebaikanya Anda menahan diri dan jangan berlaku over Confidence seakan-akan Allah harus meminta persetujuanmu untuk melakukan sesuatu yang Anda pikir layak Dia lakukan agar sesuai dan sejalan dengan nalar dan alur berpikir Anda.
    Bukankah engkau harus sujut menyembah pada-Nya dan mengagumi perbuatan tangan-Nya yang ajaib dan dasyat dalam hidup Anda? Atau apakah Anda sudah merasa sangat genius dan lebih pintar dari siapapun, termasuk Tuhan sehingga Dia layak engkau perolok-olok dengan segala sumpah serapahmu? Ingatlah sobat….!! Dia itu api yang menghanguskan! Dan firman-Nya sangat kuat dan berkuasa! Ia yang membelah air laut Teberau (laut Kolsum) dan menyebrangkan umat pilihan-Nya Israel sehingga luput dari kejaran para serdadu Mesir, disisi lain menenggelamkan para sedadu Mesir itu ke dalam dasar lautan.
    Maukah Anda membangkitkan amarah dan murka-Nya? Apakah engaku lebih kuat dari pada-Nya yang menghujani kota Sodom dan Gomora dengan api dan belerang dari langit, karena kefasikan penduduk kota-kota lembah sungai Yordan itu? Sedangkan Ia menyelamatan Luth dan keluarga dari sana? Sebelum Anda melampauwi batas, Ingatlah Firman Tuhan berikut ini:

    “Bukankah firman-Ku seperti api, demikianlah firman TUHAN dan seperti palu yang menghancurkan bukit batu? (Yeremia 23:29)

    “Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita. Dan tidak ada suatu makhluk pun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.” (Ibrani 4:12-13)
    “Beginilah firman TUHAN: “Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!” (Yeremia 17:5)
    “Betapa liciknya hati, lebih licik dari pada segala sesuatu, hatinya sudah membatu: siapakah yang dapat mengetahuinya? Aku, TUHAN, yang menyelidiki hati, yang menguji batin, untuk memberi balasan kepada setiap orang setimpal dengan tingkah langkahnya, setimpal dengan hasil perbuatannya.” (Yeremia 17 :9-10)

    Lagi pula ingat firman ini, “Siapa berpegang pada perintah, memelihara nyawanya, tetapi siapa menghina firman, akan mati.” (Amsal 19:16)
    “BERTOBATLAH SEBELUM TERLAMBAT!”

    • bang toyib says:

      Islam adalah agama yang mengajarkan tentang Tauhid, yaitu bahwa Tuhan itu Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya dan tidak ada yang setara dengan-Nya. Ini lah ajaran yang dibawa Nabi-Nabi terdahulu sebelum Nabi Muhammad, bahwa Tuhan itu Esa yaitu Allah SWT. Mari kita berfikir dengan akal, 100 keyakinan/agama bukan berarti Tuhan itu ada 100, tapi Tuhan itu tetaplah Esa yaitu Tuhan semua mahkluk hidup. Tuhan haruslah bersifat Maha segala-galanya, sehingga secara logika dapat dipastikan tidak mungkin ada 2 atau lebih Tuhan karena yang namanya Maha adalah menunjukkan Superlatif atau yang paling. Gugurlah paham Polytheisme. Bagaimanamungkin yang Maha berkehendak ada 2 atau lebih, misal yang satu berkehendak A dan yang satu berkehendak B, padahal kedua2nya Maha Berkehandak, pasti tidak akan bisa diterima dengan akal sehat. Maka sudah pasti Sifat-Nya haruslah satu dan selain-Nya tidak memiliki sifat yang sama dengan sifat-Nya atau dengan kata lain tidak ada satupun yang setara dengan-Nya. Al-Qur’an dengan tegas menyatakan hal tersebut dalam surat Al-Ikhlas (112) : 1-4
      1. Katakanlah: “Dia-lah Allah, yang Maha Esa.
      2. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.
      3. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan,
      4. Dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan Dia.”

      Ringkas, Padat dan sangat jelas. Surat pendek ini berdasarkan hadits Rasulallah adalah sebanding dengan sepertiga Al-Qur’an karena banyak Ayat-ayat Al-Qur’an yang menegaskan tentang keesaan Allah. Kalo anda membaca Al-Qur’an anda pasti bisa banyak menemukan pernyataan2 mengenai keesaan Allah seperti, : “Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”,Sesungguhnya Allah Maha Pengampun, Sesungguhnya Allah Maha Bijaksana, Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, Sesungguhnya Allah Maha Perkasa, dan masih banyak lainnya yang menyatakan bahwa Allah adalah Tuhan Yang Esa, yang Maha segalanya dan tidak mungkin setara/sama dengan sesuatu apapun.

      Bagaimana dengan Yesus ?????
      Yesus dilahirkan dari rahim seorang ibu, berarti Yesus sama atau setara dengan manusia lainnya. Karena dilahirkan dari rahim seorang wanita artinya dia diperanakkan. Saya fikir satu hal ini saja sudah membuktikan bahwa Yesus bukanlah Tuhan karena Tuhan haruslah tidak ada yang setara dalam hal apapun (sifat-Nya, dll). Yesus (Nabi Isa) adalah seorang Rasul (utusan Allah) yang sama dengan Nabi-nabi lainnya membawa ajaran Tauhid (mengesakan Tuhan yaitu Allah).

      Anda adalah seorang yang sangat pintar (teolog) pasti anda bisa memikirkan mengenai hal ini. Manusia diciptakan dalam bentuk sebaik-baiknya, itulah kata Al-Qur’an. Kita punya akal untuk berfikir dan hati Nurani untuk menilai benar atau salah. mudah2an bisa menjadi renungan ^_^

      • rinto says:

        Bang toyip, saya setuju dengan abang bahwa yesus itu dilahirkan manusia lalu bagaimana dia bisa disebut Tuhan atau Anak Allah?, tentu banyak argumentasinya.

        Pertama, jawaban saya berupa pertanyaan, mengapa Pemuda nazaret tersebut di salib..? Apa karena dia sering berkotbah di sinagog2 yahudi ?, atau karena pemuda tersebut membuat mukjizat menyembuhkan orang sakit serta membangkitkan orang mati, atau kalau menurut versi islam diangkat ke sorga oleh Allowh swt, coba pikir karena apa..?

        Kedua, metodology penulisan kitab suci antara alkitab dengan quran, klu alkitab katakanlah yg mengarang manusia ( mnurut versi islam), bagai mana cara Allowh menulis quran yg katanya disampaikan oleh jibril, kan hanya itu yg sampai saat ini dipertanyakan. Lalu tanggapanya slalu emosi,katakanlah itu jjbril yg menyampaikan ke Mohamad, yg msnerima sang Rasul, da dari rasul disampaikan ke siapa, dan kok bisa menjadi tulisan seperti saat ini siapa yang menulis. ( kan hanya itu yg di pertanyakan) tapi mengapa orang islam selalu marah, jika bicara tentang penulisan quran.

        Ketiga, bahwa kita selalu ingin tau, kapan quran itu ditulis dan dimana manuskrip tertua sebagai acuan kebenaran tulisan quran saat ini yg sudah dicetak secara modern. Dan tanggapan kaum muslim selalu marah2, sebenarnya apa yg terjadi dengan islam sendiri. Hal ini yg menjadi keanehan bagi saya pribadi, bang toyib aku sendiri sebenarnya tidak percaya kepada agama agama di bumi ini pada awalnya . Tetapi dengan kesadaran sendiri aku riset, diskusi, tentang bagaimana kitab suci itu dibuat, lalu isinya aku tinjau bermanfaat gak, akhirnya aku memilih alkitab untuk kujadikan pegangan.

        Walaupun saudara muslim saya meyakinkan aku bahwa agamanya benar, mungkin juga saudaraku benar, tapi hasil riset yg kulakukan berkata lain, sebab sampai saat ini belum ada argumentasi tentang quran yg meyakinkan hati aku.

        Atas dasar hal tersebut tolong dijawab tulisan diatas dengan bukti konkrit, contohnya manuskrip qùran ter tua ada dimana, apakah benar yg di sampaikan muhamad sama dengan yg ditulis quran saat ini, tks

  5. bang toyib says:

    Saya melihat penulis dalam menulis tulisan ini hanya berdasarkan penafsiran dirinya sendiri dan pendapat pribadinya yang memang telah menentang islam sebelumnya, sehingga muslim yang sudah belajar dan membaca surat ini justru banyak melihat tulisan ini penuh dengan pendapat pribadi dan jauh dari kebenaran, bahkan mengesampingkan ilmu-ilmu yang ada dalam islam….lebih condong kepada kebohongan dan banyak sekali fitnah yang dilontarkan….saya sangat setuju dengan tanggapan pertama dari Wanita muslimah…..

    mungkin anda bisa merenungkan dari Ayat berikut ini yang saya kutip dari tulisan diatas :

    Katakanlah: “Sesungguhnya jika manusia dan jin

    berkumpul untuk membuat yang serupa Al Qur’an ini,

    mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia,

    sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain.” (Q 17:88)

    dalam tafsir disebutkan bahwa ketika suatu ayat itu diawali dengan kata “Qul” atau terjemahannya adalah “katakanlah” maka hal tersebut adalah ayat2 yang berhubungan dengan iman dan keyakinan yang harus langsung diyakini oleh setiap orang beriman. karena itu perintah langsung dari Allah kepada Nabi Muhammad untuk langsung mengatakan hal tersebut. 1400 tahun, ayat ini masih terbukti (dan saya yakin beribu2 tahun lagi juga akan terbukti bahkan sampai hari kiamat datang). 1400 tahun bukanlah waktu sebentar yang dilalui oleh seribu kedipan mata dari miliyaran orang2 yang ada dibumi, ataupun dilalui oleh jutaan pemikiran-pemikiran dari berjuta-juta orang yang ada didunia yang bisa membuat beribu-ribu buku dari pemikiran tersebut…tapi buktinya toh sampai saat ini belum ada sesuatu yang serupa dengan Al-Qur’an. padahal tantangan ini sudah berlaku dari 1400 tahun lalu bahkan sampai sekarang. banyak orang non muslim yang mengemukakan alasan2 konyol seperti “saya tidak mau gila seprti Muahammad atau alasan lainnya yang sebenarnya memperlihatkan ketidakmampuan mereka dalam menjawab tantangan Al-Qur’an tersebut sekaligus sebagai bukti kebenaran ayat diatas. padahal tantangan ini bukan ditunjukkan kepada satu orang saja, tapi mau seribu atau sejuta orangpun tidak masalah.

    mudah2an jadi renungan. Maha Benar Allah dengan segala firman-Nya.

  6. gayeng says:

    Yang ditulis Sdr Opy cc itu kan hanya menulis ayat injil apa adanya, berdasar injil yang dikeluarkan resmi oleh gereja. Jadi Sdr Opy sudah jujur.
    Sdr Opy cc dan bang Thoyib benar bahwa penulis blog ini dan lazararus serta moortadyn telah membuat penafsiran sendiri terhadap ayat Quran, Hadist dan riwayat sahabat. Biasalah mereka membolak balik penafsiran karena agama mereka memang mengajarkan kebohongan. Kitabnya (injil yang ada sekarang) juga dibuat dengan kebohongan.

  7. pepeng says:

    – Yah salah dah mengartikan Al kitab….. Al kitab itu adalah tulisan manusia… baik PL maupun PB… Yang isinya tentang hubungan umat Israel (Yahudi) dengan Yahwe (PL) dan umat israel (Yahudi) dangan Yesus (PB).. Jadi yang dituliskan adalah pengamatan orang yang menulis dong (PB : Matius, Lukas, Yohanes, Matius dan lainnya). Jadi maklumlah bila sudut pandang Matius berbeda dengan Lukas dan yang lain. Bisa dikatakan Al Kitab adalah SEJARAH. Apabila Al kitab adalah buku biasa, ia tidak lain adalah sama seperti buku buku yang lain.
    – Yang membedakan Al Kitab dengan buku yang lain adalah yang diceritakan, Terutama PB yaitu Yesus yang Lahir ke dunia dengan ajaran Nya.
    – Oleh karena itu yang harus kita perhatikan adalah AJARAN YESUS itu.
    – Apabila kalian pingin memahami ajaranNya ada hal yang harus dilakukan
    1. Rendah Hati
    2. Jelas Membaca ( tidak usah banyak, PB: Matius saja)
    3. Understand (memahami) dengan jangan menyanggah dahulu
    4. Kalau tidak tahu tanya, yang sedikit tahu, atau yang tahu banyak.
    5. Kalian tidak harus pindah agama tetap saja jadi Muslim atau yang laiinya. Karena murtad itu berdosa. (Murtad : kadang Mengabdi pada Allah, kadang mengabdi Mamont, atau keduanya secara bersamaan)
    6. Tetap tenang karena kita hanya paling banter 100 thn. Asal kita hidup baik (tetntu hidup baik ada konsepnya) dan rajin berdoa tidak saling menghujat, mohon pengampunan.. Pasti kita tidak jauh dari Syurga.
    7. Yang jelas tidak salah toh membaca Al Kitab, apabila itu dianggab musrik… ya diam diam… dan merasa berdosa dengan membacanya…. ya sudah minta pengampunan dari Allah..
    Cukup Kan… dari pada saling berbantah…
    tetapi yang jelas saya sulit memahami bahasa Arab…. Tolol kali ya…. biarlah tolol….

  8. Immanuel says:

    Artikel di atas “tampak” obyektif, tapi ada satu hal yang perlu saya sampaikan bahwa Al Quran beda dengan Mushaf AlQuran. Al Quran sudah ada sejak Muhammad menerima wahyu, dan dihafal persis sama dengan saat direview tiap tahun oleh Jibril dan Muhammad hingga saat ini. Mushaf Alquran adalah Al Quran yang dibukukan, jadi memang belum ada saat Muhammad meninggal. Namun demikian dasar pembukuan AlQuran ini adalah dari hafalan Al Quran para sahabat juga. Adapun pencocokan dengan fragment-fragment tulisan surat-surat yang terpisah-pisah itu adalah sebagai bentuk kehati-hatian dalam penyusunan mushaf (supaya lebih mantap), dan itupun harus ada saksi yang menyaksikan bahwa Muhammad menyuruh untuk menuliskannya. Pada awalnya mushaf ini pun tanpa tanda baca, untuk memudahkan bagi orang non Arab maka Mushaf ini diberi tanda baca. Jadi Mushaf Alquran boleh ditambah dengan tanda baca, nama surat, catatan kaki dll, namun demikian Alquran yang dihafal saat ini sama dengan yang dihafalkan Muhammad atas bimbingan Jibril dahulu.

  9. rinto says:

    Imanuel, benar jawaban anda,antara mushaf alquran dan àlquran berbeda,yg jadi pertanyaan adalah bahwa apa yg diwahyukan jibril kepada muhamad masih tetap sama sampai saat ini. Dasarnya apa kebenaran yg anda katakan tersebut mutlak, sementara mushaf alquran yg otentik saja mengalami perubahan, itu adalah rangkaian syair yg ditulis. Lalu bagaimana syair yg di hapal…?

    Jangan bicara masuk dalam area religi, sebab pengalaman religius tidak dapat di perdebatkan, seperti pengalaman yg ditulis oleh comettator diatas, berjumpa dengan yesus saat masih kuliah.

  10. guram says:

    Yang saya tau muhammad itu adalah nabi palsu tidak jelas siapa yang mengutusnya tampa saksi dan bukti kenabiannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s