Bab 2 Kepercayaan dan Praktek Islam

DUA

KEPERCAYAAN DAN PRAKTEK ISLAM

IMAN DAN HASIL USAHA

Hal pertama yang dituntut agama Islam dari para pengikutnya adalah iman [keyakinan], yang didefinisikan oleh ahli agama Islam sebagai ‘mengaku dengan lidah dan percaya dengan hati’. Pengakuan ini bunyinya: ‘Saya mengaku bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasul (utusan) dari Allah’. Kalimat ini dikenal sebagai syahadat atau kalima.

Syarat kedua adalah untuk din [agama], dalam bentuk usaha  ‘pekerjaan’ atau kewajiban praktis.  Ada lima kewajiban dalam agama Islam, dan karena kepentingan yang bersifat fundamental, maka mereka dikenal sebagai arkan-ud-din [rukun agama]. Hal ini akan dijelaskan secara mendalam dalam bab 4.

ENAM RUKUN IMAN

Enam rukun iman yang harus dipercaya kaum Muslim adalah:

1. Tuhan [Allah]

Ke-esaan Allah diajarkan dengan jelas di dalam Quran. Seperti Alkitab, Quran tidak menyangkali keberadaan Tuhan. Ia mengasumsikan bahwa Allah itulah Tuhan. Ke-esaan Allah adalah pasal pertama dalam kalima: ‘Tidak ada tuhan selain Allah [la ilah ill Allahu]’. Pernyataan ini sering ditemukan di dalam Quran. Hal yang sama adalah penekanan yang diulang-ulang bahwa syirik, ‘mempersekutukan Allah’, adalah dosa terberat. Allah adalah satu, tidak ada yang setara dan tidak ada mitra. Mahakuasa dan Mahatahu hanya berasal dari Allah dan hal ini diyakini untuk menjaga ke-esaan dan kebesaranNya.

Kata ‘Allah’ adalah kata Arab untuk Tuhan, digunakan juga oleh orang Kristen Arab. Ada begitu banyak perselisihan mengenai apakah orang Kristen boleh menggunakan istilah ini untuk ‘Tuhan’; di Malaysia, orang-orang Kristen secara legal (sedang) dilarang untuk menggunakan kata tersebut. Penting untuk dipahami  bahwa pengertian Muslim tentang Allah sangat jauh berbeda dari pengertian Kristen tentang Tuhan.

2. Malaikat [malaikah]

Malaikat sering disebutkan di dalam Quran. Mereka adalah mahluk ciptaan, bercahaya, dan dikenal sebagai ‘pembawa pesan Allah’ dengan tugas khusus. Mereka menjaga manusia dan ada beberapa yang bertugas mencatat perbuatan manusia, baik itu perbuatan baik maupun perbuatan jahat.

Dipercaya bahwa kebanyakan Muslim akan menderita ‘siksa kubur’ (adhab al-qabr) setelah kematian. Dua malaikat akan membangkitkan orang mati tersebut dan menanyakan, ‘Siapa tuhanmu, apa agamamu, siapa nabimu?’ Seorang Muslim harus menjawab, ‘Allah, Islam, Muhammad’ dan dengan demikian ia dapat langsung masuk ke surga dan menghindari siksaan. Namun hal ini tidak menjamin, karena sebuah ayat Quran (Q 14:27) mengindikasikan bahwa Allah akan menyesatkan mereka yang  menjalani hidup yang tidak benar. Ayat ini berakibat fatal, karena membuat SEMUA Muslim takut harus mengalami siksaan kubur. Siksaan, yang akan diderita oleh semua orang kafir dan beberapa orang Muslim, sangatlah spesifik. Pertama-tama malaikat-malaikat akan melumatkan tubuh orang yang disiksa itu dengan sebuah palu besi raksasa. Kemudian makamnya akan mencekik jenazah orang tersebut hingga tulang-tulangnya remuk dan jiwa di dalamnya tidak bisa bernafas. Ketiga, seekor ular kubur (atau sejumlah ular atau naga) akan menyantap dagingnya, yang akan tumbuh kembali hanya untuk disantap lagi. Jeritan orang mati yang disiksa itu bisa didengar oleh semua makhluk ciptaan kecuali manusia dan jin.

Tidak mengherankan bila banyak Muslim sangat takut akan siksaan ini dan mencari jalan untuk menghindarinya. Ada tiga pilihan untuk memastikan transit langsung ke surga tanpa siksaan: meninggal pada hari Jumat, meninggal karena sakit perut, atau meninggal sebagai syuhada. Karena itu secara praktis, menjadi seorang pengebom bunuh diri adalah salah satu jalan untuk memastikan terhindar dari siksaan kubur.

Malaikat-malaikat juga diyakini mengelilingi takhta Allah dan menyanyi memuji Dia. Malaikat yang terbesar adalah Jibril, sang Pembawa wahyu Allah kepada Muhammad, yang disebut juga Ruh ul’Amin, Roh Kudus. Menurut Muslim, malaikat inilah yang menguatkan Yesus dan juga membawa Quran kepada Muhammad. Malaikat lainnya termasuk Mikhail sang penyedia, Israfil peniup terompet maut, dan Izrail malaikat penjaga yang menjaga orang-orang yang setia pada saat kematian.

Adalah penting bagi orang Kristen untuk ingat bahwa secara spesifik ajaran Quran berlawanan dari pewahyuan Kristen (lihat hal. 30-32). Oleh karenanya seorang Kristen patut meragukan apakah malaikat Gabriel di dalam Alkitab (yang membawa kabar kelahiran Kristus kepada Maria dan dengan jelas menyatakan Yesus adalah Anak Allah yang Mahatinggi) akan menyampaikan berita yang kontradiktif 600 tahun kemudian.

Makhluk yang kontras dengan malaikat adalah jin, ada yang baik dan ada yang jahat. Mereka diciptakan Allah dari api yang tidak berasap sebelum Ia menciptakan Adam dari tanah liat (Q 15:26).  Roh yang menyerupai bayangan gelap ini sering ditemui di rumah yang sudah tua dan rusak, tempat-tempat yang telah lama tidak didiami, gunung-gunung tertentu dan juga sumur-sumur. Banyak umat Muslim yang takut kepada jin jahat dan menggunakan berbagai jenis pencegahan untuk melindungi mereka dari serangan.

Si Jahat, yang bernama Iblis atau Setan kadang-kadang digambarkan sebagai jin dan kadang-kadang sebagai malaikat.

3. Kitab [kutub]

Muslim percaya bahwa Allah telah mewahyukan perintahNya kepada manusia lewat nabi-nabiNya dan melalui 104 kitab-kitab suci. Dari kesemua kitab-kitab ini, hanya empat yang masih ada hingga hari ini, yang dipercaya telah diberikan kepada Musa (Taurah, yaitu lima kitab pertama dari Perjanjian Lama), Daud (Zabur, Mazmur), Yesus (Injil, Kitab Injil atau secara umum Perjanjian Baru) dan Muhammad (Quran). Orang Yahudi dan Kristen, yang disebut ahl-al-kitab [ahli kitab], diklaim telah mengubah dan membelokkan kitab suci mereka, sehingga Allah mengirimkan Quran sebagai wahyu terakhir bagi umat manusia, dan dengan demikian semua kitab pendahulunya dianggap tidak berlaku lagi.

4. Nabi-nabi

Karena belas kasihNya, Allah telah berkenan campur tangan dalam kehidupan manusia melalui para nabi, yang senantiasa mengingatkan manusia tentang hari kiamat dan kehidupan di akhirat, dan untuk membimbing mereka dalam setiap aktivitas kehidupan agar berjalan di jalan yang benar menuju pemilihan akhir. Kebenaran ini telah diungkapkan oleh nabi-nabi terdahulu sebelum kedatangan Muhammad. Muhammad merupakan penghubung iman kepercayaan Abraham dan penutup celah yang ada antara para nabi. Sebagai pembawa wahyu terakhir, dia sering disebut sebagai  ‘meterai para nabi’.

Seorang Muslim tidak boleh menyangkali satupun dari para nabi Perjanjian Lama, ataupun Yohanes Pembaptis dan Yesus dalam kitab Perjanjian Baru (Q 2:285). Dari sekian banyak nabi, hanya sembilan orang yang dianggap sebagai nabi utama. Mereka adalah Nuh, Abraham, Daud, Yakub, Yusuf, Ayub, Musa, Yesus dan Muhammad. Umat Muslim menganggap bahwa referensi Alkitab mengenai kedatangan Roh  Kudus adalah sebenarnya nubuatan tentang Muhammad. Dalam daftar nama nabi-nabi Islam terdapat sejumlah nama asing yang tidak dapat ditemukan di dalam Alkitab, bahkan tidak dikenal di manapun juga.

Muslim tidak menyembah Muhammad atau nabi-nabi manapun juga, namun menganggap mereka sebagai contoh dan teladan bagi umat manusia. Mereka tidak suka disebut ‘Muhammadan’ karena mereka bukan penyembah Muhammad, melainkan penyembah Allah. Tak satu nabi pun yang dianggap ilahi. Namun demikian, ada sebagian Muslim yang begitu rupa memuja Muhammad sehingga mereka melihatnya sebagai figur simbol yang mirip dengan Kristus – seorang Juruselamat yang tanpa dosa, Mediator dan Pendoa Syafaat.

5.      Hari kiamat [yawn al-akhirah] dan kebangkitan setelah kematian [basi bad al-maut]

Apakah seseorang akhirnya akan pergi ke surga atau ke neraka akan ditentukan hanya pada hari kiamat.  Hingga saat itu tiba, orang yang sudah mati berada dalam keadaan antara, barzakh [waktu jeda, partisi]  menunggu keputusan akhir.

Hari kiamat digambarkan dengan jelas dalam Quran dan berhubungan erat dengan kebangkitan.  Hari itu akan didahului oleh tanda-tanda yang jelas dan bencana alam, munculnya Antikris [Dajjal], kegemparan dan kedurjanaan, huru-hara di surga dan di bumi (Q 101:1-5; 70:9-10), matahari dan bulan hilang cahayanya (Q75:8, 81:1) dan kedatangan Kristus yang ke dua, sebagai seorang Muslim (lihat hal. 15).  Pada hari terakhir:

“Sangkakala pun ditiup, maka matilah semua (makhluk) yang di langit dan di bumi, kecuali mereka yang dikehendaki (lain) oleh Allah. Kemudian ditiup sekali lagi (sangkakala itu) maka seketika itu mereka berdiri dan menunggu (keputusan Allah).” (Q 39:68)

Setelah bangkit dari kubur, manusia akan berkelana selama 40 tahun. Dalam kurun waktu itu buku-buku yang mencatat perbuatan mereka yang disimpan oleh malaikat pencatat akan dikeluarkan. Kemudian  mereka akan menjalani penimbangan perbuatan amal ibadah di atas timbangan akhirat [mizan].

“Barangsiapa berat timbangan (kebaikan)nya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung. Dan barangsiapa ringan timbangan (kebaikannya), maka mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, mereka kekal di dalam neraka Jahanam.” (Q 23:102, 103)

Kemudian setiap orang, baik yang percaya maupun yang tidak percaya, harus melintasi sebuah jembatan yang sangat sempit [sirat]. Beberapa Muslim yang baik mungkin akan langsung masuk ke surga, tetapi kebanyakan akan jatuh dari jembatan ke dalam neraka dan harus tinggal di sana sementara waktu, menjalani hukuman untuk menebus perbuatan jahat mereka sebelum akhirnya diijinkan masuk ke surga. Orang-orang kafir semuanya akan jatuh ke dalam neraka dan tinggal di sana selamanya. Beberapa hadits mengindikasikan bahwa yang dikirim ke neraka kebanyakan adalah para wanita.

6. Dekrit Allah yang mahakuasa – takdir [taqbir]

Allah dianggap memiliki kuasa mutlak atas segala sesuatu, yang baik maupun yang buruk. Tugas seorang manusia adalah tunduk kepada kehendak Allah yang tak dapat dimengerti dan menerima nasibnya. Doktrin tentang predestinasi (takdir) mutlak ini tersebar luas (lihat hal. 43). Ungkapan-ungkapan umum yang biasa digunakan untuk menyatakan kemutlakan takdir ini adalah maktub [ada tertulis], maqdur [telah ditetapkan] dan kismat [itulah bagianku].

SYARIAH – HUKUM ISLAM

Sebagaimana dinyatakan di atas, pengajaran Islam tidak hanya berasal dari Quran namun juga dari hadits. Bila ada persoalan tertentu yang tidak tercantum dalam Quran maupun hadits, maka peraturan akan diturunkan lewat persetujuan bersama para pemimpin agama [ijma] dan dengan penalaran yang disamakan [qiyas]. Kombinasi dari Quran, hadits, ijma dan qiyas digunakan oleh ulama Islam untuk membuat aturan dan tatacara yang sangat detil, yang dikenal sebagai syariah, yaitu hukum Islam.

Ada empat mazhab ortodoks yang diakui dalam Islam Sunni:

Hanafi   : didirikan oleh Imam Abu Hanifa (wafat 767)

Maliki    : didirikan oleh Imam Malik bin Anas (wafat 795)

Shafii     : didirikan oleh Imam Muhammad bin Idris ash Shafii (wafat 820)

Hanbali : didirikan oleh Imam Ahmad bin Hanbal (wafat 855)

Hukum Islam versi Syiah sangat mirip dan tidak beda banyak dari mazhab-mazhab Sunni.

Salah satu perbedaan paling penting antara Islam dan Kristen adalah keberadaan hukum agama  yang detil ini. Hukum ini bukan saja mengatur setiap aspek kehidupan pribadi dan ibadah seorang Muslim, tetapi juga tata-cara pemerintahan negara Islam. Karena disusun pada saat Islam sedang berjaya secara politis dan militer, syariah menganggap bahwa kekuasaaan politis terletak di tangan penguasa Muslim yang berhasil menaklukkan. Ada banyak aturan yang ditentukan bagi non-Muslim, terutama Yahudi dan Kristen, yang disebut dzimmi dan diperlakukan sebagai orang-orang yang ditaklukkan dan ditundukkan. Dzimmi dianggap warga kelas dua dan harus mengikuti sejumlah larangan yang dirancang untuk menegaskan status mereka sebagai warga kelas dua. Mereka harus membayar pajak khusus yang disebut jizya.

Ciri-ciri lain dari syariah adalah hukuman berat atas kejahatan tertentu, seperti amputasi untuk tindak pencurian, hukum rajam untuk perzinahan, dll. Untuk setiap laki-laki Muslim dewasa yang meninggalkan imannya harus dijatuhi hukuman mati. Hal ini muncul dalam masyarakat Muslim mula-mula yang saat itu sedang menghadapi peperangan menghadapi orang-orang yang tidak mau tunduk pada negara Islam, sehingga kemurtadan dipandang sebagai suatu pengkhianatan. Hukuman bagi wanita murtad adalah dipenjara atau mati, tergantung hukum mana yang diikuti. Demikian juga, Muslim yang menyimpang dari ajaran Islam ortodoks yang berlaku, biasanya dijatuhi hukuman mati karena kesesatan mereka; meskipun di jaman modern ini ada gerakan untuk menghapus praktek hukum seperti ini.

Sikap syariah terhadap wanita tidak mencerminkan konsep Barat modern tentang persamaan hak. Sebagaimana layaknya masyarakat non-Muslim, wanita dinilai lebih rendah dari laki-laki Muslim, dan ini tercermin dalam banyak aturan menyangkut harta warisan, kompensasi, kesaksian hukum, dll.  Mereka dibatasi dengan peraturan yang banyak untuk memastikan kesederhanaan mereka dan mencegah mereka menyesatkan laki-laki.

Banyak yang berargumen bahwa syariah cukup moderat dan toleran bila dibandingkan dengan standar kontemporer di abad ke delapan dan ke sembilan saat syariah baru dibuat. Namun sejak itu syariah tetap tidak berubah, dan dianggap sangat keras jika dibandingkan dengan standar modern negara Barat, sebab melanggar banyak hak asasi manusia, termasuk hak untuk menentukan kepercayaan seseorang.

Sanksi keras terhadap orang yang menyimpang dari peraturan yang telah ditetapkan memastikan syariah bertahan dan tidak berubah selama sebelas abad. Pertanyaan apakah dan seberapa banyak ia dapat diubah dan diadaptasi ke dalam dunia modern menjadi salah satu hal yang diperdebatkan di dalam Islam saat ini. Bangkitnya Islam radikal, yang dimulai pada pertengahan abad ke duapuluh dan terus berlangsung hingga sekarang, telah membuat debat ini menjadi debat yang berbahaya bagi kelompok moderat yang mendukung perubahan dan kebebasan liberal. Mereka bisa dikenakan tuduhan sebagai orang sesat atau murtad dan dibunuh.

Tak ada satupun negara di dunia dewasa ini yang diperintah sepenuhnya berdasarkan syariah.  Namun, banyak yang menggunakan elemen-elemen syariah dalam hukum mereka. Contohnya, peraturan bahwa orang yang murtad dari Islam harus dihukum mati adalah bagian dari hukum negara di Saudi Arabia dan Sudan.

Bahkan di mana syariah tidak ditegakkan secara hukum, sikap-syariah di baliknya tetaplah sangat lazim di antara masyarakat Islam. Minoritas Kristen yang hidup di antara mayoritas Muslim umumnya dilecehkan dan didiskriminasi oleh kebanyakan masyarakat. Kemungkinan sekali mereka akan mengalami kesulitan dalam hal lulus ujian, mendapat pekerjaan, mendapat promosi atau mendapat keadilan dari polisi dan pengadilan. Mereka dianggap dan diperlakukan sebagai dzimmi, walaupun seharusnya konstitusi dan hukum menjamin persamaan hak setiap warga negara. Demikian pula, posisi wanita menunjukkan pengaruh syariah dalam budayanya, bahkan tanpa memerlukan pemaksaan hukum.

Ajaran syariah bahwa murtad dari Islam adalah bentuk kejahatan yang mengerikan – menimbulkan rasa malu yang amat sangat bagi keluarga Muslim apabila ada salah seorang anggota keluarga mereka yang beralih dari agama Islam. Biasanya akan ada penolakan terhadap orang tersebut, kadang-kadang terjadi penganiayaan, bahkan pembunuhan, sesuai dengan hukum mati syariah bagi si pemurtad. Di negara-negara Islam, petugas hukum biasanya bersimpati dengan motif sang pembunuh, jadi biasanya si pembunuh hanya akan dijatuhi hukuman ringan, kalaupun ia dihukum.

Tujuan akhir dari Muslim radikal adalah memperkenalkan syariah secara utuh dan seluas mungkin di dunia, sehingga menciptakan sebuah negara Islam mirip dengan Madinah di jaman Muhammad.

TAQIYYA [penipuan]

Doktrin taqiyya pertama kali dikembangkan oleh Muslim Syiah untuk menghadapi penganiayaan. Doktrin ini mengijinkan Muslim menyelamatkan nyawanya dengan menyembunyikan kepercayaan mereka yang sebenarnya. Selanjutnya pengertiannya diperluas hingga mengijinkan penipuan bukan lagi untuk menyelamatkan nyawa saja tetapi juga kehormatan atau harta benda.  Hingga pada akhirnya, apa yang semula hanya dimaksudkan untuk keadaan darurat saja kini menjadi suatu hal yang normal, baik dalam Islam Syiah maupun Sunni.

Prinsip umum ini diambil dari Q 16:106 dan Q 2:195. Peraturan detilnya diambil dari sejumlah hadits yang mengijinkan seseorang berbohong jika berada dalam tiga situasi berikut: (1) seorang suami berbohong kepada istrinya untuk menyenangkan dia (istri); (2) untuk mendamaikan dua pihak yang sedang bertikai; (3) dalam perang, spionase dll.

Yang terakhir ini – perang – sering diinterpretasikan secara luas sebagai pertahanan bela-diri bagi Islam dalam bentuk apapun. Sehingga banyak Muslim merasa dirinya sepenuhnya benar ketika berbohong kepada non-Muslim tentang dasar keimanan mereka. Mereka percaya setulusnya bahwa mereka melakukan hal yang benar apabila menampilkan versi Islam dan sejarah Islam yang sudah diedit dan dipantas-pantaskan, khusus untuk non-Muslim. Karena tujuan mereka menutupi kesalahan-kesalahan dari kepercayaan mereka itu adalah semata-mata untuk membela diri terhadap kritikan.

Penulisan ulang sejarah

Beberapa Muslim telah memulai apa yang tampaknya merupakan rencana yang rapi untuk memperbesar dan meninggikan posisi Islam dalam setiap bidang akademis. Sebuah program publikasi yang luas turut mendukung rencana ini. Bagian dari rencana itu adalah merevisi buku-buku teks di dunia Barat dengan memperkenalkan Islam dan “warisan Islam” kepada dunia Barat. Pesan yang hendak disampaikan adalah bahwa semua hal terbaik dalam kebudayaan Eropa berasal dari Islam dan sejarah Islam sendiri sepenuhnya bersifat damai dan tanpa cela.

Mereka yang terlibat dalam penulisan kembali sejarah ini, membuat klaim palsu atau membesar-besarkan pengaruh Islam dalam dunia kesehatan, ilmu pengetahuan dan arsitektur. Mereka mengklaim bahwa Napoleon Bonaparte masuk Islam, bahwa para penjelajah Muslim menemukan Amerika sebelum Christopher Columbus, bahwa Islam sampai di Australia di abad ke sembilan dan bahwa raja Mercia di abad kedelapan (di Inggris Tengah) adalah seorang Muslim. Mereka juga mengklaim bahwa penyebaran Islam yang cepat di tahun-tahun awal bersifat damai dan tidak dipaksakan melalui kekerasan, sedangkan Perang Salib adalah serangan tak beralasan dari Eropa terhadap para Muslim pecinta damai yang tinggal di Tanah Suci.

YESUS DALAM ISLAM

Yesus memiliki tempat penting di dalam Quran. Dia disebut sebagai ‘Anak Maryam’ atau ‘Isa, anak Maryam’, dan empat kali disebut sebagai ‘Mesias [Kristus], anak Maryam’. Meskipun dia dianggap sebagai seorang nabi yang diutus oleh Allah, namun keilahian dan kematiannya bagi penebusan manusia disangkal dengan keras. Beberapa penafsir Quran menyatakan bahwa ia tidak mati, melainkan Allah menggagalkan rencana orang Yahudi dengan menggantikannya dengan orang lain untuk disalibkan.  Muslim percaya bahwa Yesus akan datang kembali ke bumi sebagai seorang Muslim, akan menikah dan punya anak-anak, kemudian mati dan dikuburkan dekat Muhammad. Beberapa tradisi menegaskan bahwa pada kedatangan Yesus yang kedua, ia akan menghancurkan setiap salib, mempertobatkan orang Kristen menjadi Islam, dan memerintah sebagai raja atas seluruh umat Muslim.  (Lihat juga pernyataan dan penyangkalan Quran tentang Kristus, hal. 33-35)

INJIL BARNABAS

Saat orang Kristen dan Muslim membahas masalah keimanan, kemungkinan sekali rekan Muslim akan menyinggung tentang ‘Injil Barnabas’. Kebanyakan Muslim percaya bahwa dokumen ini berisi kebenaran yang sesungguhnya tentang kehidupan dan pengajaran Yesus. Beberapa dari mereka bahkan percaya bahwa itu adalah Injil yang asli dan benar, yang belakangan oleh orang Kristen digantikan dengan Perjanjian Baru.

Kitab ini diakui sebagai injil yang ditulis oleh rasul Barnabas. Sang penulis juga mengklaim bahwa ia, Barnabas, adalah salah satu dari keduabelas murid Yesus, sekalipun tidak ditemukan adanya bukti pendukung dalam kitab Injil yang sebenarnya. Lagipula, pengaduannya tentang pengajaran Rasul Paulus tidak mencerminkan hubungan dekat dan saling mendukung antara Paulus dan Barnabas sebagaimana tertulis dalam Perjanjian Baru. Kitab ini menyangkal bahwa Yesus adalah Anak Allah dan menggambarkan Dia sebagai pendahulu (seperti Yohanes Pembaptis) yang mewartakan kedatangan Muhammad di masa depan. Kitab ini juga menyangkal tentang penyaliban. Tambahan lagi, ia juga berkontradiksi dengan Quran dengan menyatakan bahwa Muhammad-lah sang Mesias, padahal Quran dan Injil sama-sama setuju bahwa sebutan Mesias hanya ditujukan bagi Yesus semata. Bukti tersebut, berikut kesalahan-kesalahan sejarah dan geografis, menunjukkan bahwa penulis kitab ini bukanlah Barnabas dari Perjanjian Baru.

Pelbagai referensi di dalam ‘Injil Barnabas’ menunjukkan bahwa kitab ini ditulis pada abad pertengahan, tidak lebih awal dari abad empat belas, dengan kata lain lebih dari seribu tahun setelah Kristus dan 700 tahun setelah Muhammad. Kitab ini berisi sebagian besar kisah yang ada dalam keempat Injil dalam Perjanjian Baru, namun banyak hal yang dibalikkan secara mulus untuk menguntungkan Islam. Jika dipelajari secara umum, isi dan penulisnya menunjukkan bahwa kitab ini adalah usaha yang canggung untuk memalsukan kehidupan Yesus agar sesuai dengan profil yang tertulis dalam tradisi Islam dan Quran.

Terjemahan bahasa Inggris dari ‘Injil Barnabas’ oleh Lonsdale dan Laura Ragg dicetak ulang di Pakistan pada tahun 1970-an dan diedarkan dalam jumlah besar.

Untuk membaca lebih lanjut, lihat buku John Gilchrist, Origins and Sources of the Gospel of Barnabas.

KALENDER MUSLIM

Kalender ini diadopsi oleh kaum Muslim sekitar 632 M. Titik awalnya (tahun pertama) adalah peristiwa hijrah, yang terjadi  pada tanggal 16 Juli 622 dalam kalender Kristen. Penanggalan Islam dinamakan penanggalan Hijriyah (atau A.H. yang merupakan singkatan ‘after hijra’).

Penanggalan Islam dihitung berdasarkan siklus bulan, terdiri dari 12 bulan yang masing-masing bulannya berjumlah 29 atau 30 hari, dengan penyesuaian penambahan hari di akhir bulan keduabelas. Jadi tahun Islam berjumlah 354 hari. Bulan kesembilan dalam setiap tahun Muslim (Ramadhan) adalah bulan puasa. Ziarah ke Mekah harus dilakukan dalam bulan ke duabelas. Nama-nama bulan Islam adalah sebagai berikut:

Muharram

Safar

Rabiul awal

Rabiul akhir

Jumadil awal

Jumadil akhir

Rajab

Sya’ban

Ramadhan

Syawal

Dzulkaidah

Dzulhijjah

Karena pendek, penanggalan Muslim dimulai 11 hari lebih awal setiap tahun. Karenanya perayaan hari besar tahunan selalu jatuh pada hari yang berbeda setiap tahunnya dalam kalender Kristen.

TATA CARA

Praktek-praktek berikut ini biasa dilakukan dalam ritual Islam untuk menandai  momen penting dalam kehidupan Muslim. Sebagai contoh:

  • Kelahiran – ketika seorang bayi lahir, sang ayah akan membacakan adzan di telinga kanan si bayi.
  • Pemberian nama – ketika bayi berumur tujuh hari (atau lebih) keluarganya akan mempersembahkan seekor domba (satu ekor jika bayinya perempuan, dua ekor jika bayinya laki-laki), dan dagingnya dibagi di antara anggota keluarga, tamu serta orang miskin. Kepala bayi dicukur, rambutnya ditimbang dan beratnya dikurskan dengan perak yang kemudian diberikan kepada orang miskin.
  • Sunat – anak laki-laki disunat pada hari ketujuh atau sesudahnya, meskipun ini bisa dilakukan kapan saja sebelum pubertas.
  • Upacara Bismillah – dilaksanakan sekitar ulang tahun ke empat. Anak akan belajar menghafalkan pasal pertama Quran dan diajar berdoa. Ini adalah permulaan pendidikan Islam bagi anak.
  • Perkawinan – upacara pernikahan dilangsungkan di mesjid atau di rumah dan biasanya dipimpin oleh imam, dengan bacaan dari Quran, doa-doa dan pengucapan kaul. Surat nikah (kontrak) yang berisi hak dan kewajiban suami-isteri ditandatangani. Kemudian dilanjutkan dengan pesta dan makan.
  • Kematian – orang yang sedang sekarat akan meminta berkat dan pengampunan dari Allah dan dari para sanak keluarga dan mengucapkan syahadat berulang-ulang. Setelah mati, tubuhnya dimandikan tiga kali, diurapi dengan rempah-rempah dan dibalut dengan kain putih yang tidak bersambung. Penguburan dilaksanakan pada hari kematian, diiringi dengan doa-doa bagi almarhum dan keluarganya, juga bacaan dari Quran. Tubuhnya dikubur mengarah ke Mekah.  Selama masa berkabung, tamu-tamu datang untuk menghibur dan menyediakan makanan.  Kuburan dikunjungi pada waktu perayaan-perayaan Islam.

BERHUBUNGAN DENGAN NON-MUSLIM

Jihad

Kata ‘jihad’, yang secara harafiah berarti ‘perjuangan’ atau ‘usaha keras’, memiliki bermacam-macam arti dalam Islam. Yang pertama, bisa berarti perjuangan spiritual untuk mencapai kemurnian moral. Yang kedua, bisa berarti mencoba membenarkan/meluruskan pihak yang salah dan mendukung kebenaran dengan kata-kata dan perbuatan. Yang ketiga, ia bisa berarti perjuangan bersenjata melawan non-Muslim dengan tujuan menyebarkan Islam, atau melawan mereka yang meninggalkan Islam, atau melawan Muslim yang tidak menganut teologi ortodoks. Semua perjuangan untuk merangkul aturan Islam ini termasuk mempersembahkan waktu, harta milik, kesehatan dan kehidupan bagi Islam. Menurut syariah, jihad adalah salah satu kewajiban agama yang paling mendasar.

Ajaran klasik Islam membagi dunia ini menjadi dua bagian. Rumah Islam (Dar al-Islam) dimana Muslim memiliki kekuasaan politik, dan di luar itu disebut Rumah Pertempuran (Dar al-Harb). Nama yang menakutkan bagi dunia non-Muslim ini menunjukkan bahwa Muslim diharuskan berperang melawan non-Muslim dengan tujuan menaklukkan dan menundukkan mereka,  dan secara berangsur-angsur memperbesar teritori Rumah Islam mereka. Perang demikian ini dikenal dengan ‘jihad’. Dalam Islam klasik, seorang khalifah diharuskan memimpin tentara dalam jihad terhadap non-Muslim setidaknya setahun sekali; dan di jaman-jaman awal, hal ini adalah hal yang normal.

Doktrin jihad berkembang secara berangsur-angsur ketika Muhammad dan masyarakat Islam pertama bergerak dari posisi yang lemah menjadi kuat. Perkembangannya bisa ditelusuri di dalam Quran. Ayat-ayat awal Quran mendorong non-konfrontasi (Q 16:125-128); selanjutnya memperbolehkan perlawanan dengan tujuan membela diri (Q 2:191); kemudian mereka diperbolehkan untuk menginisiasi penyerangan terhadap orang kafir (Q 2:191) dan terakhir turun perintah untuk memerangi semua orang yang tidak percaya (Q 9:5), bukan hanya orang kafir saja namun juga orang Yahudi dan Kristen (Q 9:29). Tingkat akhir perkembangan doktrin inilah yang menginspirasi Islam militan saat ini, layaknya tentara Islam yang menjajah di masa lalu.

Tempat Suci

Teritori memiliki kepentingan spiritual dalam Islam. Ajaran Islam mengenai doktrin ‘tempat suci’, menyebutkan bahwa semua tanah adalah milik Allah, yang telah diberikan kepada Muslim sebagai warisan. Beberapa telah mereka miliki; yang lain adalah milik mereka secara teori dan di kemudian hari sedikit demi sedikit akan menjadi milik mereka secara nyata. Semua tanah yang ditaklukkan selamanya menjadi milik umma (negara) Muslim, dan daerah yang didominasi Muslim tidak boleh jatuh lagi ke tangan non-Muslim. Hal ini diterapkan dalam skala apapun mulai dari pemakaian aula gereja sebagai tempat pertemuan doa Islam hingga dendam yang berkelanjutan dari kekalahan Islam Spanyol atau keberadaan negara Israel modern. Mesjid, sekali dibangun, menjadi tempat suci yang tidak boleh diserahkan atau dihancurkan.

Di dunia Barat modern, banyak metode tanpa kekerasan yang digunakan untuk mendapatkan kontrol atas suatu wilayah, meskipun beberapa kaum radikal lebih mendukung penggunaan jihad tradisional. Hukum dan kebiasaan Barat dan masyarakat non-Islam lainnya semakin diadaptasi agar sesuai dengan syariah dan sensibilitas Muslim. Ini adalah langkah pertama dalam menciptakan sebuah masyarakat paralel dan kemudian memenangkan kontrol politik dan legal bagi Islam. Pada tingkat spiritual, kaum Muslim mengadakan arak-arakan mengelililingi kota, bahkan di negara Barat, melantunkan nama-nama Allah, dengan tujuan untuk meng-Islam-kan jalan-jalan dan bangunan. Mesjid lokal juga dianggap sebagai tempat yang dapat memberikan pengaruh spiritual, yang dapat menjangkau hingga ke jarak tertentu di sekitar bangunan mesjid. Kaum Muslim lalu berusaha membeli dan tinggal di semua rumah-rumah sekitar mesjid tersebut, dan secara efektif menciptakan tempat suci, yang murni terdiri dari Muslim saja.

Strategi selanjutnya adalah memakai perubahan demografis. Hal ini mencakup migrasi Muslim (hijrah) ke negara-negara atau bagian dari negara non-Muslim. Juga termasuk di dalamnya angka kelahiran populasi Muslim yang tinggi bila dibandingkan dengan komunitas non-Muslim. Strategi-strategi  ini dipandang sebagai sarana untuk mendapatkan kontrol melalui jumlah yang  besar.

Dakwah

Dakwah adalah istilah Islam untuk misi menjangkau keluar dengan tujuan untuk mempertobatkan sebanyak-banyaknya orang agar masuk Islam. Secara harafiah artinya adalah ‘panggilan’ atau ‘undangan’ masuk Islam dan tidak hanya mencakup pertobatan iman pribadi secara individu tetapi juga pertobatan  seluruh masyarakat kepada struktur dan praktek Islam, contohnya keuangan Islami.  Jadi ini berkaitan erat dengan jihad, yakni dengan cara saling menolong satu terhadap lainnya sebagai bagian yang berbeda dari rencana yang sama.

Dakwah bukan hanya kewajiban bagi Muslim secara individual semata tetapi juga bagi negara-negara Muslim, yang harus mengikuti teladan Muhammad dengan mengubah negara non-Islam menjadi negara Islam. Saat ini kegiatan dakwah berlangsung secara intensif di berbagai belahan dunia non-Muslim, melibatkan banyak orang dan didukung oleh sumber dana tanpa batas yang berasal dari kekayaan ladang minyak Arab Saudi, negara-negara Teluk, Libya dan Iran. Di daerah-daerah miskin, seperti di beberapa bagian Afrika, hadiah materi seringkali ditawarkan sebagai  perangsang untuk masuk Islam. Di negara Barat, lebih sering disajikan daya tarik yang hanya berisi setengah kebenaran tentang Islam, tanpa menyebutkan hukuman mati bagi yang meninggalkan Islam. Perkawinan juga digunakan baik di Barat maupun di dunia non-Barat sebagai cara untuk membuat orang masuk Islam.

ASAL MULA ARAB-MUSLIM

Orang Arab memiliki tempat terhormat di dalam Islam karena mereka adalah pengguna bahasa yang tertulis dalam Quran. Salah satu konsekuensi dari hal ini adalah Muslim non-Arab saat ini di-Arabisasi di tempat-tempat yang beragam seperti di Afrika dan Indonesia.

Sejarah awal orang Arab tidak jelas. Namun, kaum Muslim memiliki tradisi yang jelas yang memisahkan mereka menjadi dua kelompok utama, berdasarkan daerah utara dan selatan Semenanjung Arab. Bagian selatan diyakini sebagai keturunan Yoktan (Qahtan) di dalam Alkitab, yang adalah keturunan Nuh dan (menurut kepercayaan  orang Islam) menjadi raja pertama Yemen. Bagian utara diyakini sebagai keturunan Ismail, anak Abraham dalam Alkitab. Muhammad dan kaumnya, suku Quraisy, mengaku sebagai keturunan Ismail. Penduduk bagian selatan menganggap diri mereka sebagai ‘Arab tulen’ sedangkan penduduk di bagian utara dianggap ‘Arab campuran’.

Tidak ada catatan sejarah dari jaman kuno yang dapat menguatkan klaim Muslim Arab ini. Kemungkinan sekali klaim tersebut diciptakan belakangan yaitu di era Islam mula-mula. Dan selanjutnya klaim tersebut digunakan untuk membenarkan supremasi orang Arab di antara kaum Muslim.

Menarik sekali bila diperhatikan bahwa Kejadian 10 menyebutkan keturunan dari anak-anak Nuh: Ham (Syeba, Dedan) dan Sem (Yoktan, Hazar-mawet, Syeba, Uzal), yang nama-namanya sesuai dengan nama daerah dan suku di Semenanjung Arab. Hal ini menunjukkan bahwa Arabia telah didiami keturunan Ham dan Sem jauh sebelum Ismail  lahir. Mengacu pada keterangan ini, teori bahwa semua bangsa Arab adalah keturunan Ismail sangat patut dipertanyakan.

Cerita Quran tentang Abraham dan Ismail yang tinggal di Mekah dan membangun Kaabah samasekali tidak memiliki dukungan dari sumber manapun.

Perjanjian Lama mencatat bahwa keduabelas anak Ismail pindah ke bagian selatan gurun Syria (Kejadian 25:12-18). Kemungkinan besar mereka kawin campur dengan penduduk lokal di sana dan menghasilkan berbagai suku nomaden yang dikenal sebagai suku Ismail, sebagaimana disebutkan dalam catatan Assyria. Mereka juga disebut kaum Hagri di dalam Alkitab. Mereka tidak tinggal terlalu jauh ke daerah selatan di mana kota Mekah berada. Dalam Hakim-hakim 8:22-24, kaum Midian disamakan dengan kaum Ismail, jadi kemungkinan sekali kedua suku itu telah bercampur. Dalam Perjanjian Lama disebutkan bahwa orang-orang Arab adalah suku yang berbeda dari suku Ismail, suku Midian, dsb. Sebagai contoh, dalam Nehemia 4:7 mereka muncul sebagai sekutu kaum Amon.

Setelah berdirinya Islam, dan setelah Semenanjung Arab dan bagian Timur Mediterania ditaklukkan, maka Arabisasi dan Islamisasi secara perlahan-lahan menyatukan seluruh suku lokal dan menempatkan masyarakat yang ada ke dalam budaya Islam Arab. Termasuk di dalamnya suku-suku keturunan Abraham dari isterinya yang lain, Keturah (Midian, Medan), keturunan Lot (Amon, Moab), dari Esau (Edom) dan dari bangsa-bangsa Kanaan.

Masyarakat Kristen yang berasal dari Arab dan yang saat ini tinggal di berbagai negara mayoritas Islam, dengan tegas menyatakan bahwa mereka bukan orang Arab. Sebagai contoh, orang Kristen di Mesir adalah orang Koptik, keturunan dari Firaun; orang Kristen Irak adalah orang Assyria, dan orang Kristen Libanon adalah keturunan suku bangsa Fenisia.

This entry was posted in Uncategorized and tagged , , . Bookmark the permalink.

9 Responses to Bab 2 Kepercayaan dan Praktek Islam

  1. Anonymous says:

    hahaha setelah di baca bnyak yang ngaur ceritanya,dasar sok tau

    • bang toyib says:

      yang nulis ini belajar islam dari mana yah?…kok seenak udelnya ngasih kesimpulan dan menafsirkan sesuatu dengan tidak benar (penuh kebohongan)…ini sih sesat dan menyesatkan…kalo mau belajar Islam yah belajar dari Al-Qur’an dan hadits. sekarang dah banyak buku Tafsir, buku hadits dan buku2 islam dijual termasuk di mana2, termasuk di toko buku yang katanya terlengkap di indo [baca : gramedia] dan biasanya makan space banyak untuk buku2 islam, itupun menurut saya belum lengkap memuat semua buku2 islam yang ada di indo karena saking banyaknya buku tentang islam

  2. gayeng says:

    Beda orang kristen ma orang Islam ketika membahas agama. Orang Islam menulis/membahas dengan kejujuran, menukil/mencuplik ayat apa adanya dari injil/terjemahan berbahasa Indonesia yang diterbitkan secara resmi oleh gereja.
    Orang kristen membahas Islam dengan memutarbalikkan Quran dan hadist serta kisah Nabi saw dsb atau dengan kata lain membahasa Islam dengan menipu/berbohong. Begitulah kristen, diciptakan dengan penuh kebohongan dan membuat pengikutnya selalu berbohong.

  3. NN says:

    lol aja bacanya. bahas islam atau kristen, huh?-_- judul ttg islam itu ya isinya islam semua. gundul. tsk. kalau mau bicara ttg islam dan kristen, coba bedain materinya. islam sendiri, kristen sendiri. orang2 bakal nyangka anda (author wordpress ini) pengadu domba lah, sesat lah..

  4. Anonymous says:

    gue cari referensi buat tugas, lu orang kenapa jadi mau nyesatin gue? blog gak jelas ini namanya. be wise for your religion please. freak man. don’t discuss anything about your-freak-writing here. banyak2 baca buku tentang islam yang benar2 murni islam please. islam mengajarkan untuk tidak saling mengadu domba, menyesatkan, dan bertindak tidak terpuji. be wise. think twice before you write down your writing.

  5. Anonymous says:

    Panduan ini, adalah panduan yang menyesatkan bagi orang yang mau mempelajari islam…ini yang terjadi dikalangan barat berkedok mengajarkan islam, tapi isinya opini menyesatkan, dan mengajak manusia untuk berfaham kebebasan….

  6. verrucosa89 says:

    Harusnya sih bila anda² berkeberatan dengan ulasan ini, berikanlah yg benarnya, jangan cuma bilang ini menyesatkan itu menyesaatkan, kalau memang menurut anda² islam itu benar tunjukkan lah yang benarnya sesuai fakta sejarahnya, kalo ada sanggahannya kan berarti mang islam itu benar” JALAN YG LURUS”

  7. rinto says:

    Kali ini aku salut sama para komentator, terutama saudara yg muslim, aku org kristen tapi g setuju juga dengan tulisan yg bohong, tetapi pengetahuan saya tentang sejarah islam kan rendah. Ku berharap tulisan diatas untuk dijawab dengan benar dan lugas, agar tulisan model begini g muncul lagi,

  8. guram says:

    Kalau kita pertaya pada Muhammad bin Abdulah mengapa engkau datang kedunia ini
    untuk membenci Jahudi dan kresten….? __________________________________________________________________
    Pertayaan diatas pasti Muhammad akan menjawab atas perintah Awloh,
    Mengapa engkau diawjibkan untuk membunuh Jahudi, Muhammad jawab atas perintah
    Awloh. Mengapa engkau menikasih anak kecil Aisyah yang umur 9 tahun…?
    Jawab Muhammad itu adalah perintah Awloh.
    Mengapa engkau harus merampok harta Yahudi di Medinah dan Khaybar…?
    Muhammad menjawab itu perintah Awloh.
    Mengapa engkau berzina dengan Marya babunya Hafsa…..?
    Jawab Muhammad itu atas persetujuan Aweloh.

    Mengapa engkau merampas istari anak angkatmu Zaid…Zaeneb…?
    Muhammad menjawab itu adalah kemauan Awloh.
    Mengapa engkau meperkosa budak tawanan perang…?
    Muhammad menjawab itu Awloh sudah berkan untukku untuk aku mendapat kepausan
    seksuelku karena aku adalah nabinya., dan Awloh sangat mengerti selera seksuelku.

    Semua jawaban yang kita dengar dari ‘LIDAH ULAR NABI MUHAMMAD’
    semuanya atas perintah Awloh.
    Lalu Allah berfirman dalam ulangan 18:20.

    Seorang nabi yang terlalu berani memakai Allah yang aku tidak suruhkan padanya,
    atau memakai nama Allah lain, nabi itu harus mati dibunuh, dan jangan takut padanya.
    Nubuatan firman ini telah menjadi kenyataan terhadap kenabian Muhammad yang selalu
    memakai nama Allah untuk ke EGOnya nabi palsu Muhammad.

    Ancaman Allah telah berlaku bagi seorang nabi palsu Muhammad mati dibunuh dengan racun dikaybar oleh wanita yahudi istrinya yang mengatakan bila engkau memang nabi,maka tidak akan apa2tapi nyatanya mati menderita selama 3 tshun ini membuktikan muhsmmad bukan nabi melaikan paldu. Kerena nabi terdahululu kebal racun karena ada kuasa Tuhsn.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s